Headline News

Pembebasan Raqqah Drama Terbaru Pasukan Koalisi AS di Suriah

Selasa, 31 Oktober 2017 – 08.04 Wib,

SALAFYNEWS.COM, SURIAH – Kota Raqqah yang dinamai oleh teroris ISIS sebagai ibukota khilafah telah dibebaskan oleh Pasukan Demokratik Kurdi yang didukung oleh AS. Namun, Suriah masih menganggap Raqqah masih belum dibebaskan, di tengah laporan bahwa beberapa pasukan yang tidak diketahui beroperasi disana sekarang.

Baca: Suriah Pertimbangkan Ambil Raqqah dari SDF Sekutu AS

Wakil kepala komite hubungan internasional di Parlemen Suriah, Amar al Asad, mengatakan kepada Sputnik bahwa ada banyak laporan yang menunjukkan bahwa beberapa kekuatan yang bukan dari Raqqah mengendalikan kota.

“Koalisi internasional dan ISIS menghancurkan kota, bahkan pepohonan dan batu-batu di kota, tidak ada lagi yang tersisa di sana. Hari ini, Raqqah adalah kota hantu. Sebagian warga telah melarikan diri, sementara banyak orang telah meninggal,” kata Al-Asad.

Al Asad percaya bahwa saat ini AS menggunakan Kurdi untuk melaksanakan rencana mereka sendiri. Namun, segera setelah Tentara Suriah menguasai kota, keadaan akan berubah.

“Rencana Amerika di Suriah sekarang berada pada nafas terakhirnya, setelah gagal di front politik dan militer,” kata Al Asad.

Menurutnya, operasi di Raqqah menimbulkan banyak pertanyaan, karena ini adalah “produksi teatrikal yang dibutuhkan untuk meningkatkan moral [para pemberontak] setelah keberhasilan dan kemajuan Angkatan Darat Suriah.”

Baca: WNI di Raqqa Ungkap Kebohongan dan Kekejaman ISIS

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa Tentara Suriah akan membawa kota ini terkendali, karena tidak ada kompromi mengenai masalah tersebut.

Amar al-Assad juga mengatakan bahwa pertanyaan utama yang timbul dari skenario pembebasan Raqqah adalah “Ke mana pergi para pejuang ISIS yang bertempur di kota?”

Setelah pembebasan Raqqa, banyak analis bertanya-tanya tentang skala dukungan AS terhadap Pasukan Demokratik Kurdi (SDF) yang memimpin operasi tersebut, dan jumlah fasilitas militer yang telah didirikan AS di Suriah utara . Orang Kurdi telah menolak untuk mengungkapkan rincian apapun, meskipun dikonfirmasi bahwa AS telah memasok mereka dengan senjata sejak pembebasan Kobani pada tahun 2015.

Sementara itu, Suriah telah menyerukan agar laporan koalisi pimpinan AS mengenai pembebasan Raqqah yang “menyesatkan” yang bertujuan untuk membagi pendapat masyarakat internasional mengenai kejahatan yang dilakukan koalisi dan sekutunya, yang diduga dilakukan di provinsi Raqqa, kantor berita SANA melaporkan pada hari Minggu mengutip sebuah sumber resmi di Kementerian Luar Negeri.

Baca: Perang Sengit Tentara Suriah-Rusia Lawan Teroris yang di Dukung Amerika

Damaskus akan terus mempertimbangkan Raqqah sebagai kota yang diduduki sampai berada di bawah kendali Tentara Suriah, kantor berita tersebut melaporkan.

Pasukan Demokrat Kurdi (SDF) mengumumkan pada tanggal 20 Oktober bahwa mereka telah sepenuhnya membebaskan Raqqa dari ISIS dengan dukungan dari AS. Aliansi pimpinan AS mengkonfirmasi laporan ini beberapa jam kemudian dan Presiden Donald Trump menyebut operasi untuk membebaskan kota tersebut sebagai “terobosan kritis” dan mengklaim bahwa “transisi ke fase baru” akan mengikutinya. (SFA)

Sumber: SputnikNews

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: