Headline News

Pemakaman Massal Korban Ledakan Bus Pengungsi di Damaskus

Kamis, 27 April 2017 – 07.40 Wib,

SALAFYNEWS.COM, DAMASKUS – Ratusan orang Suriah menghadiri prosesi pemakaman para syuhada yang tewas dalam serangan bom mematikan baru-baru ini di distrik al-Rashideen, yang menargetkan bus-bus yang membawa pengungsi dari kota Kefraya dan al-Foua. (Baca: Teroris Jabhat Al-Nusra Dibalik Pemboman Bus Pengungsi di Aleppo Suriah)

Para pelayat melakukan shalat jenazah di makam Sayyidah Zaynab ra, cucu Nabi Muhammad SAW, dan menguburkan para korban di sebuah pemakaman dengan nama yang sama di luar ibukota Damaskus pada hari Rabu (26/04/2017).

“Hari ini, akan ada layanan pemakaman bagi 52 orang tewas, setelah terdentifikasi, mereka akan dimakamkan di sebuah pemakaman di dekat tempat suci,” kata seorang penyelenggara pemakaman pada kantor berita SANA.

Sedikitnya 150 orang, termasuk 72 anak-anak, tewas pada 15 April, saat sebuah bom mobil menghantam bus yang sedang parkir istirahat di distrik al-Rashideen yang dijaga militan di pinggiran Aleppo, untuk menyeberang ke wilayah yang dikuasai pemerintah.

Evakuasi tersebut berdasarkan kesepakatan yang terjadi pada akhir Maret yang mempertimbangkan pemindahan orang-orang yang terkepung di Kefraya dan al-Foua, provinsi Idlib, dengan imbalan evakuasi militan dan keluarga mereka dari kota-kota yang dikuasai pemerintah di al-Zabadani dan Madaya, provinsi Rif Dimashq.

Tidak ada klaim tanggung jawab atas pemboman tersebut, namun serangan semacam itu membawa keuntungan bagi  teroris Takfiri yang beroperasi di Suriah. (Baca: Majalah Intelijen Bongkar Wajah Busuk Qatar dan Turki Bantu ISIS di Suriah)

Rupert Colville, juru bicara Kantor Komisi Tinggi Hak Asasi Manusia PBB, mengatakan bahwa serangan tersebut “kemungkinan besar merupakan kejahatan perang.”

Para pelayat Suriah membawa poster berisi foto-foto serangan brutal tersebut, dan beberapa dari mereka membawa poster bertuliskan, “Kemenangan akan bersinar dari darahmu,” dan “Atas dosa apa mereka dibunuh”.

Anak-anak Suriah memegang poster saat upacara pemakaman di makam Sayyidah Zaynab di pinggiran Damaskus pada tanggal 26 April 2017, untuk korban pemboman baru-baru ini yang menargetkan bus yang membawa pengungsi dari kota Kefraya dan al -Foua. (Foto oleh AFP)

Mourner Abdelsalam Remman, yang membawa poster adik perempuannya Tuqa yang berusia enam tahun, mengatakan, “Tidak ada perasaan yang lebih buruk daripada ini, daripada mengubur adikku tanpa bisa menemuinya.”

Gubernur Damaskus Ala’a Ibrahim, yang termasuk di antara mereka yang hadir dalam acara tersebut, mengatakan bahwa orang-orang Suriah akan tetap teguh sampai kemenangan atas terorisme tercapai.

Gubernur Quneitra Ahmad Sheikh Abdelqader juga mengecam kesunyian internasional atas serangan teroris tersebut. (Baca: Teroris Ledakkan Bus Konvoi Pengungsi di Aleppo, 100 Tewas Termasuk Anak-anak)

Sementara itu, mayat beberapa korban lainnya dari pemboman mematikan tersebut dimakamkan di kota Aleppo, pada Selasa (25/04/2017). (SFA)

Sumber: SANA

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: