Asia

PBB : Seperempat Anak-anak Pengungsi Rohingya Alami Malnutrisi Akut

Sabtu, 23 Desember 2017 – 17.24 Wib,

SALAFYNEWS.COM, NEW YORK – PBB telah memperingatkan bahwa anak-anak pengungsi Muslim Rohingya yang meninggalkan Burma dan mengungsi ke Bangladesh kondisinya sangat mengkhawatirkan dan terancam meninggal akibat gizi buruk dan sejumlah penyakit lainnya.

Baca: Pemimpin Revolusi Iran Kecam Bungkamnya OKI Terkait Rohingya

Badan PBB untuk urusan anak (UNICEF) pada hari Jumat (22/12) mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan 3 survei kesehatan terkait gizi sejak 22 Oktober sampai 27 November  dan menyimpulkan bahwa 25% anak-anak kecil yang ada di kamp pengungsian di Bangladesh mengalami kekurangan gizi akut dan penyakit-penyakit lainnya.

Christophe Bolierek, juru bicara UNICEF mengatakan kepada wartawan di Jenewa bahwa “hampir setengah dari anak-anak yang disurvei menderita anemia, sekitar 40% menderita diare dan sekitar 60% menderita pneumonia (infeksi aluran pernafasan) akut”.

Sekitar 655.000 muslim Rohingya telah melarikan diri dari negara bagian Rakhine di Burma menuju negara tetangga mereka Bangladesh sejak Agustus lalu karena operasi militer yang disebut PBB sebagai “pembersihan etnis”. Dan sekitar setengah dari jumlah pengungsi ini adalah anak-anak.

Baca: Inilah Wajah Busuk AS di Rohingya

Direktur UNICEF di Bangladesh, Edward Bigbader mengatakan bahwa “kekhawatiran terburuk kami telah terjadi”.

Bigbader mengatakan dalam sebuah  pernyataan bahwa, “anak-anak pengungsi Rohingya yang telah mengalami penderitaan yang tidak terbayangkan ketika terusir dari negara mereka, dan saat ini mereka harus mengalami krisis kesehatan”.

Pada 3 November lalu, UNICEF melaporkan bahwa angka sementara menunjukkan bahwa 7,5% anak-anak di salah satu kamp Cox’s Bazaar yang sangat sesak di Bagladesh beresiko mengalami kematian akibat malnutrisi akut.

Namun, survei yang dilakukan baru-baru ini menyoroti situasi yang memburuk di kamp pengungsian Kutupalong dan Nayabara, dan beberapa tempat yang menjadi pengungsian mereka dengan lebih dari 1.700 anak-anak tinggal disana.

Baca: Konflik Rohingya dan Jejak Senjata Israel di Myanmar

Komisioner Tinggi PBB untuk HAM, Zeid bin Ra’ad al-Husein mengumumkan pada hari Senin lalu bahwa Myanmar secara jelas merencanakan “serangan-serangan” yang menargetkan minoritas Muslim Rohingya dan menyebabkan pengungsian besar-besaran yang bisa disebut “genosida”. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: