Amerika

PBB Kecam Israel Atas Tewasnya Penyandang Difabel ‘Ikon Perjuangan Palestina’

Kamis, 21 Desember 2017 – 06.00 Wib,

SALAFYNEWS.COM, NEW YORK – PBB melalui Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia, Zeid bin Ra’ad al-Hussein telah mengecam pasukan pendudukan Israel atas terbunuhnya seorang pria Palestina penyandang difabel bernama Ibrahim Abu Thuraya (29) pada hari Jumat (15/12) dalam sebuah demonstrasi yang menentang keputusan presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Palestina.

Komisrais Tinggi PBB untuk HAM ini menyalahkan keputusan “provokatif” Trump yang menyebabkan kejahatan ini.

Baca: Analis Palestina Sebut Putra Mahkota Saudi Musuh Terbesar Islam

Hussein mengatakan bahwa pembunuhan itu disengaja dan “tidak bisa difahami”. Ia mengatakan bahwa “fakta yang dikumpulkan sejauh ini oleh staf saya di Gaza menunjukkan bahwa kekuatan yang digunakan terhadap Ibrahim Abu Thuraya berlebihan”.

“Sejauh yang bisa kita lihat, tidak ada yang menunjukkan bahwa Ibrahim Abu Thuraya sedang menghadapi ancaman kematian atau cedera serius saat dia terbunuh.” tambahnya.

“Mengingat kecacatannya yang parah, yang pasti terlihat jelas bagi mereka yang menembaknya, pembunuhannya tidak dapat dipahami, tindakan yang benar-benar mengejutkan” demikian pernyataan tersebut.

Baca: Mufti Lebanon: Langkah Trump di Palestina adalah Praktek Terorisme

Hussein juga menyerukan penyelidikan independen untuk mencari tahu mengapa ia ditembak mati di kepala saat demonstrasi di Jalur Gaza timur, meskipun ia tidak berdaya dan dalam keadaan duduk di kursi rodanya.

Sementara itu, para aktivis menjadikan Abu Thuraya sebagai “ikon perjuangan Palestina” melawan pendudukan Israel. Perlu diketahui bahwa Abu Thuraya telah kehilangan kakinya saat serangan rudal Israel pada tahun 2008 yang menewaskan ratusan orang Palestina di Jalur Gaza. Selama 9 tahun ia hanya hidup dengan setengah badannya.

Abu Thuraya adalah seorang warga Palestina yang tidak peduli meski kakinya telah diamputasi tapi ia terus pergi setiap hari ke perbatasan timur Shajaiya di sebelah timur kota Gaza demi kemenangan kota Yerusalem yang diduduki. Abu Thuraya adalah peserta aksi yang selalu hadir paling depan dengan kursi rodanya. Fotonya saat mengibarkan bendera Palestina tersebar di media sosial. Aksinya pada Jumat yang lalu juga bukanlah aksi yang pertama.

Baca: Pesan Ancaman Shadow Commander kepada Israel-AS, Kami Dukung Penuh Intifada di Palestina

Namun, sniper jitu Israel telah menembaknya hingga tewas hanya karena ia berusaha menanamkan bendera Palestina di pagar pemisah antara Gaza dan Israel di timur Gaza. Kepergian pria 29 tahun ini pun ditangisi Palestina. Sekitar 3.500 demonstran turun ke jalan sebagai aksi protes atas kematiannya. Dan kisahnya ini telah membangkitkan perasaan banyak orang di situs jejaring sosial yang banyak tersebar gambar-gambar dirinya dan menganggapnya sebagai “ikon perjuangan Palestina yang baru”. (SFA)

Sumber: ALM

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: