Amerika

PBB Bungkam Tentang Laporan Persiapan Serangan Kimia di Suriah

Rabu, 28 Juni 2017 – 07.35 Wib,

SALAFYNEWS.COM, NEW YORK – Ketika ditanya oleh seorang reporter untuk mengomentari rumor rencana serangan kimia baru Suriah, juru bicara Sekjen PBB Stephane Dujarric mengatakan bahwa dia “tidak akan berkomentar mengenai hipotetis”. (Baca: Rusia Bantah Peringatan AS atas Rencana Serangan Kimia oleh Pemerintah Suriah)

“Kami telah melihat laporan ancaman dan sebagainya, Kami tidak akan mengomentari hal-hal yang belum terjadi,” katanya. Dia mengulangi bahwa PBB menyatakan”penggunaan senjata kimia harus dikutuk dengan syarat yang paling kuat,” dan menambahkan bahwa setiap serangan kimia perlu diselidiki sepenuhnya, karena ini merupakan pelanggaran hukum internasional.

Sekretaris Pers Gedung Putih Sean Spicer mengatakan dalam sebuah pernyataan tertulis pada hari Senin bahwa pemerintah AS melihat “persiapan potensial serangan senjata kimia lain” di Suriah oleh pihak berwenang di Damaskus. Menteri rekonsiliasi nasional Suriah, Ali Haidar, yang dikutip oleh Associated Press pada hari Selasa, menyatakan bahwa tuduhan tersebut merupakan bagian dari “pertempuran diplomatik” yang dilakukan terhadap negaranya. (Baca: Analis: Serangan Kimia di Suriah Hanya Bualan AS untuk Serang Damaskus)

Anggota parlemen Rusia Leonid Slutsky, yang memimpin Komite Urusan Internasional di majelis rendah parlemen Rusia, mengatakan bahwa laporan tersebut tidak lebih dari provokasi yang akan membebani Washington.

Diplomat dari negara-negara anggota Barat Dewan Keamanan PBB juga menolak untuk mengomentari laporan tersebut, dengan hanya mengatakan penggunaan senjata kimiawi tidak dapat diterima. (SFA)

Sumber: Tass

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: