Headline News

Pasukan Suriah Bebaskan Delapan Kabupaten di Timur Aleppo

Rabu, 07 Desember 2016,

SALAFYNEWS.COM, ALEPPO – Tentara Suriah dan pejuang sekutu telah berhasil merebut kembali delapan kabupaten di timur Aleppo yang dikuasai oleh teroris Takfiri.

Saluran televisi al-Manar Lebanon melaporkan pada hari Selasa (6/12) pembebasan kabupaten Qadi Askar dan Tirbet Lala. (Baca: Putin Ancam AS dan “Jihadis” Aleppo, Tinggalkan Kota atau Mati Sebagai Teroris)

Menurut laporan lain, kabupaten Sha’ar dan Karm al-Dada di bagian timur Aleppo juga telah dibersihkan dari teroris oleh pasukan Suriah pada hari Selasa.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) mengatakan setelah pembebasan Sha’ar, kampanye teroris akan tereduksi menjadi perang atrisi dengan militer suriah.

Selain Sha’ar, SOHR juga mengkonfirmasi perebutan kembali empat kabupaten lain di Aleppo timur, yaitu; Dahret Awad, Juret Awad, Karam al-Beik, dan Karam al-Jabal. Menurut kelompok pemantau yang berbasis di Inggris, setidaknya pemerintah Suriah telah berhasil mengendalikan lebih dari 70 persen wilayah timur. (Baca: Rusia-China Veto Resolusi DK PBB Terkait Gencatan Senjata di Aleppo)

Suriah menolak gencatan senjata di Aleppo

Selain itu pada hari Selasa, pemerintah Suriah mengumumkan bahwa mereka tidak akan setuju dengan gencatan senjata di Aleppo kecuali menerima jaminan yang memadai untuk penarikan penuh militan dari timur Aleppo yang terkepung.

Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita resmi Suriah, SANA, Kementerian Luar Negeri Suriah dan Ekspatriat mengatakan bahwa Damaskus akan “mengerahkan segala upaya untuk membebaskan” warga yang disandera oleh teroris di Aleppo timur, dan menambahkan, “Oleh karena itu menolak setiap upaya oleh pihak manapun untuk mencapai gencatan senjata di Aleppo timur yang tidak menjamin keluarnya teroris dari wilayah tersebut”. (Baca: Suriah; Dalam Seminggu Aleppo Akan Jatuh ke Tangan Pemerintah)

Pernyataan ini dirilis satu hari setelah Rusia dan China memveto resolusi Dewan Keamanan PBB menyerukan gencatan senjata tujuh hari di Aleppo. Moskow juga menekankan bahwa jeda hanya akan mengizinkan militan untuk berkumpul kembali.

Di tempat lain dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Suriah “mengapresiasi” veto yang dilakukan China dan Rusia, serta menegaskan bahwa gencatan senjata hanya akan memberikan teroris “kesempatan untuk berkumpul kembali dan melakukan kejahatan mereka lagi.”

AS mengulur waktu untuk memulihkan kekuatan teroris

Secara terpisah, pada hari Selasa, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov terkait negosiasi yang direncanakan akan berlangsung antara Moskow dan Washington, yang akan menggagas penghentian permusuhan di Aleppo timur, mengatakan bahwa AS “menarik dokumen awal dan sekarang mereka memiliki dokumen baru, yang… membawa kembali semua kekhawatiran kami sebelumnya.”

Lavrov membuat pernyataan dalam konferensi pers bersama dengan Sekretaris Jenderal Dewan Eropa Thorbjørn Jagland setelah pertemuan di Moskow.

Ia Lebih lanjut mengecam upaya AS untuk mengamankan jeda kemanusiaan di Aleppo sebagai “upaya untuk mengulur waktu untuk militan untuk memberi mereka ruang bernapas dan agar dapat mengisi amunisi mereka.”

Diplomat top Rusia juga memperingatkan bahwa teroris di Aleppo akan musnah kecuali mereka meninggalkan kota, dan mengatakan, “Tidak ada cara lain”. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: