Asia

Pasca Bom Bangladesh, Malaysia Larang Dr Zakir Naik Ceramah

Jum’at, 15 Juli 2016,

SALAFYNEWS.COM, MALAYSIA – Pengkhotbah kontroversial Dr Zakir Naik telah sekali lagi menuai kehebohan setelah ditemukan bahwa dua dari tujuh teroris yang menyerbu kafe elit di Dhaka dan menewaskan 20 orang, adalah pengikut dan penggemar khotbah-khotbah kontroversialnya. Pelaku penyerangan yang tewas dan diidentifikasi bernama Nibras Islam dan Rohan Imtiaz adalah para pemuda yang sangat terinspirasi oleh khotbah-khotbah, pidato dan sesi Tanya jawab yang dipandunya secara online. (Baca: Pasca Sebut Dr Zakir Naik “Setan”, Kantor Politikus Malaysia Diserang Bom)

Naik, seorang penceramah Salafi Wahabi, yang disebut telah banyak membuat orang masuk Islam melalui sesi ‘Pertanyaan dan Jawabannya’ telah dilarang di beberapa negara karena memberikan pidato kebencian. Inggris, Kanada, telah melarang masuknya, sedangkan, beberapa negara lain sangat membatasi kegiatannya.

Darul Uloom Deoband, salah satu Universitas Islam terbesar di dunia yang terletak di Uttar Pradesh India, telah mengeluarkan beberapa fatwa terhadap penceramah kontroversial, Zakir Naik. Diantaranya adalah sebaiknya umat Islam menghindar dari mendengarkan ceramah Zakir Naik.

Menurut sebuah laporan, tanggapan utama yang diberikan Darul Uloom adalah bahwa Zakir Naik itu seorang ‘Ghair Muqallidin’ yang berarti seseorang, atau pengkhotbah yang persepsi Islamnya tidak sejalan dengan empat madzhab yang dominan dalam Sunni Islam meliputi Hanafi, Hambali, Sha’afi dan Maliki. (Baca: Dr Zakir Naik Ustad Wahabi Terindikasi Pendukung Al-Qaeda Dicekal di Malaysia)

“Saya tidak setuju dengan pendekatan polemik (yang dilakukan)nya. Islam adalah agama dialog. Sejauh sumber yang bersangkutan, ia memiliki garis ideologi Salafi (Wahabi),” ungkap Akhtarul Wassey, profesor studi Islam di Jamia Millia Islamia. Salafisme mengacu kepada gerakan fundamentalis dan agresif dalam Islam meski menurut Wassey sendiri Naik tidak lantas terang terangan menunjukkan hal itu dalam khotbah-khotbahnya.

Dan yang terbaru pendakwah asal India Zakir Naik dilarang berceramah di Universitas Teknikal Malaysia karena dianggap mengancam keberagaman di negara tersebut. Polisi setempat mencegah dia berkhotbah menyusul adanya keluhan dari kelompok non-Muslim di Negeri Menara Kembar Petronas. “Dia tidak akan diizinkan berdakwah disini demi kepentingan publik dan menjaga sensitivitas kelompok masyarakat non-Muslim di Malaysia,” kicau Inspektur Jenderal Tan Sir Khalid Abu Bakar melalui akun Twitter-nya, sebagaimana dikutip dari Asian Correspondent, Selasa (12/4/2016). Meskipun ada larangan dari pemerintah, pihak penyelenggara yang mengundang Naik sebagai pembicara menuturkan sebaliknya. Menurut penanggung jawab acara Abu Shariz Sarajun Hoda, warga Malaysia sangat menyambut sang dokter dan senang jika ia bisa membagikan ilmu agamanya disini. Zakir Naik selama ini memang terkenal sebagai tokoh agama yang kontroversial. Dia sering kali mengajak debat pemuka agama lain dengan gaya yang cenderung keras dan ekstremis. (Baca: Bongkar Kebohongan Dr Zakir Naik Ustad Wahabi yang Anti Maulid)

Ia juga pernah membawa materi khotbah yang dianggap mendukung ideologi kelompok teroris internasional Al Qaedah. Selain Malaysia, sejauh ini pendakwah yang juga dokter medis itu telah dilarang berceramah di dua negara lain, yakni Kanada dan Inggris. Meskipun penulis buku tentang Islam dan perbandingan agama ini sering juga bicara soal kesamaan antara Hindu dan Islam atau Islam dan agama lain. Namun, dalam banyak kesempatan, ceramahnya lebih sering mengundang kemarahan. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: