Eropa

Parlemen, Politisi dan Warga Inggris Tolak Kedatangan Donald Trump

Rabu, 22 Februari 2017 – 07.25 Wib,

SALAFYNEWS.COM, LONDON – Pemerintah Inggris tetap mengundang Presiden AS Donald Trump dalam agenda kunjungan kenegaraan dan akan bertemu dengan Ratu Elizabeth II, meskipun terjadi protes luas penolakan kedatangan Trump di depan gedung Parlemen. (Baca: Para Pegawai Federal di Amerika Muak dengan Donald Trump)

Warga Inggris tolak kedatangan Trump

Alan Duncan, Menteri Negara Urusan Luar Negeri dalam pidatonya di parlemen, mengatakan “Mengingat peran penting AS tentu kami percaya hal itu benar, bahwa kita  harus menggunakan semua alat yang kita miliki untuk membangun kerjasama dengan Presiden Trump”. (Baca: Tanda Tangan Rasis Terbaru Presiden AS Donald Trump)

Duncan menambahkan bahwa kunjungan kenegaraan ini adalah salah satu alat diplomasi yang paling penting bagi Inggris, dan dia menekankan bahwa kunjungan tersebut ke depannya akan diadakan seperti yang direncanakan, pada waktu yang ditentukan.

Saat ini sekitar 1,8 juta orang di Inggris telah menandatangani petisi yang menyerukan menolak kedatangan Trump dalam kunjungan kenegaraannya di Inggris, karena mungkin akan mempermalukan ratu. Dalam pembicaraan selama rapat parlemen pada hari senin mengenai permohonan ini, pemerintah dipaksa untuk menarik undangan, sedangkan sekitar tujuh ribu pengunjuk rasa di depan gedung parlemen mengangkat spanduk dengan slogan-slogan anti Trump.

Walikota London Sadiq Khan, pada hari Minggu juga menolak kedatangan Trump di Inggris karena kebijakan-kebijakannya mengenai imigrasi, yang digambarkannya sebagai tindakan yang “kejam dan memalukan”. (Baca: Inilah Benturan Hebat yang Akan Dihadapi Trump di Awal Masa Jabatannya)

Sementara itu, pemimpin Partai Buruh Inggris Jimmy Corbin, “Kunjungan yang sudah direncanakan untuk kedatangan Trump ke Inggris tahun ini, harus dibatalkan karena kampanye yang sangat ekstrim mengenai imigrasi”.

Perdana Menteri Inggris Theresa May dan pemerintah berusaha untuk mengungkapkan apa yang disebut hubungan khusus dengan Amerika Serikat, dan untuk mengamankan perjanjian perdagangan pada saat Inggris sedang mempersiapkan diri keluar dari Uni Eropa. (SFA/BerbagaiMedia)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: