Amerika

Para Pegawai Federal di Amerika Muak dengan Donald Trump

Rabu, 15 Februari 2017  15.22 Wib,

SALAFYNEWS.COM, AMERIKA – New York Times mewawancarai lebih dari 30 pegawai federal -baik yang baru maupun yang sudah lama- di Amerika Serikat, dan yang paling menonjol dari wawancara ini dengan para pegawai di Internal Revenue Service, Department Pertahanan,  Environmental Protection Agency, Departemen Kehakiman, Departemen Keuangan, dan Departemen Keamanan Dalam Negeri, dan organisasi federal lainnya, yang mengungkapkan kegoncangan tenaga kerja federal sejak transisi kekuasaan. (Baca: Rayuan Maut Saudi kepada Mesir dan Sepak Terjang Ngeri Trump di Timteng)

New York Times juga menunjukkan jajak pendapat yang menekankan bahwa sebagian besar pekerja lebih memilih badan federal Partai Demokrat daripada Partai Republik, karena para pekerja ini telah  banyak hidup bersama Demokrat, sedangkan orang-orang dari Partai Republik hanya lewat mampir saja di Gedung Putih, namun dukungan partisan dan ideologis ini hanya bisa menafsirkan keadaan mereka di internal.

Karyawan pemerintah yang menjadi sorotan adalah nasib pekerjaan mereka, setelah Donald Trump mengeluarkan memorandum termasuk pembekuan perekrutan Pegawa Negeri Sipil (PNS) di tingkat federal, yang diterapkan di semua lini cabang eksekutif, menurut surat kabar tersebut.

Sementara beberapa staf menyambut keputusan “Trump” setelah ia berjanji akan menciptakan lapangan kerja baru, seperti proyek infrastruktur, sebagaimana ia menjanjikan pemotongan pajak, sementara yang lain bisa mendirikan proyeknya sendiri, dan ia tidak akan mencampuri masalah politik dengan proyeknya.

Surat kabar itu mengatakan bahwa Donald Trump mengambil alih jabatan Presiden Amerika Serikat, yang menyebabkan ketakutan meluas, frustrasi dan resistensi di antara banyak PNS yang tidak memiiki hubungan politik, dan yang menekankan bahwa mereka bekerja untuk melayani kepentingan publik, bukan untuk melayani presiden tertentu. (Baca: Tanda Tangan Rasis Terbaru Presiden AS Donald Trump)

New York Times juga menunjukkan sikap beberapa ilmuwan di Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat, dan mereka yang mencoba untuk berinteraksi secara damai dengan  keputusan terbaru dari Trump mengenai pemblokiran situs web dan mencegah mereka dari berurusan dengan media, perkara yang membuat mereka ketar-ketir, dan mereka yang juga bekerja di layanan digital, seperti perusahaan “Google, Facebook , Microsoft “, dan studi yang sedang mempelajari data untuk membantu Trump agar lebih efisien, dan yang mencoba menggunakan data tersebut untuk menargetkan kelompok imigran pada khususnya.

Gabriel Martin, seorang pengacara yang bekerja di kantor “Denver” yang berafiliasi pada Komisi Equal Employment Opportunity semenjak 30 tahun yang lalu, mengatakan bahwa ia dengan rekan-rekannya menghawatirkan prediksi buruk tentang nasib pekerjaan mereka pada masa pemerintahan Trump. Ia juga menambahkan “kepanikan, tentang apa yang akan terjadi pada kita,” dan menyerupakan kepanikan ini dengan soundtrack film “Jaws” ketika hiu datang.

Gerald Connolly, Perwakilan Demokrat dari negara bagian Virginia mengatakan, “Apa yang Anda lakukan? Ketika Anda bekerja di tempat dan pemimpin datang untuk memberikan keputusan,” dan menambahkan, “pagi siang malam, anda menghadapi dilema.” Ia menjelaskan bahwa para pekerja sedang menonton bahaya sejak tahun lalu, ketika Trump selama kampanyenya meluncurkan  perang yang penuh dengan kata-kata anti-pemerintah, dan sekarang mereka sedang menunggu presiden dan penasihatnya untuk memaksakan kebijakan dan tradisi timses. (Baca: Inilah Benturan Hebat yang Akan Dihadapi Trump di Awal Masa Jabatannya)

Surat kabar itu melaporkan bahwa Mickey Dickerson, insinyur pertama yang ditunjuk oleh perusahaan “Google” untuk menyimpan situs “HealthCare.gov” dari pemerintah AS, sebagaimana ia membenahi  banyak peraturan pemerintah, yang bertujuan untuk membantu mantan Presiden Barack Obama. Ia telah membuka pintu bagi para pengungsi dan membantu mereka serta memberikan pelayanan kesehatan bagi mereka.

Dickerson menekankan untuk rekan-rekan timnya malam itu, “Ini adalah saat-saat krisis, koalisi yang kita bentuk sudah waktunya istirahat, karena nilai-nilai prioritasnya sekarang dikoreksi dalam arah yang berbeda.”

Reed Kordic dan Chris Liddell, penasihat presiden -termasuk orang dekat dari Jared Kouchner suami dari putri Trump- telah menghadiri rapat para pegawai “Layanan Digital”, keduanya memberitahu para staf bahwa pengalaman mereka dihargai oleh presiden dan Kouchner. Pesan itu membawa semacam jaminan kepada karyawan, tetapi beberapa dari mereka mengatakan itu hanya efek sebaliknya, pembicaraanya hanya mengkonfirmasi niat mereka untuk menggunakan teknologi dalam setelan baru untuk keperluan kekuatan saat ini. (SFA)

3 Comments

3 Comments

  1. Pingback: Para Pegawai Federal di Amerika Muak dengan Donald Trump | ISLAM NKRI

  2. Pingback: Media-media Mainstream Ini Dapat Kecaman dari Donald Trump – VOA ISLAM NEWS

  3. Pingback: Mantan Senator AS: Trump Harus Segera Diturunkan karena "Sakit Jiwa" | SALAFY NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: