Amerika

Panasi Korut, AS Keluarkan 6 Jet F-22 dalam Latihan Militer Gabungan dengan Korsel

Minggu, 03 Desember 2017 – 07.53 Wib,

SALAFYNEWS.COM, AMERIKA – Enam jet tempur F-22 Raptor milik AS dilaporkan telah tiba di Korea Selatan untuk berpartisipasi dalam latihan mliter gabungan yang akan dilakukan pada hari Senin (04/12) untuk menunjukkan kekuatan mereka di hadapan Korea Utara.

Baca: Semenanjung Korea Memanas, AS, Korsel Pamer Senjata Canggih Hadapi Ancaman Korut

Angkatan Udara Korea Selatan mengumumkan pada hari Sabtu (02/12) bahwa jet-jet tempur ini akan berpartisipasi dalam latihan gabungan tahunan yang bertajuk “pilot waspada” dan akan berlangsung dari tanggal 4 hingga 8 Desember.

Kantor berita Korea Selatan “Yonhap” mengatakan bahwa ini adalah latihan gabungan pertama dimana 6 jet tempur F-22 AS akan terbang di atas langit Korea Selatan.

Baca: PANASI KORUT, AS dan Korsel Mulai Latihan Militer Gabungan 11 Hari

AU Korea Selatan mengatakan bahwa sekitar 230 pesawat yang ditempatkan di 8 pangkalan militer Korea Selatan dan AS juga akan berpartisipasi dalam latihan tersebut. AU Korea Selatan menegaskan bahwa latihan terebut meliputi simulasi penargetan rudal dan lokasi nuklir di Korea Utara di mana sebelumnya Pyongyang telah mengumumkan tentang produksi rudal balistik antar benua baru yang dapat menempuh jarak sekitar 13.000 kilometer, sebagaimana pernyataan dari pihak Korea Utara.

Perlu diingat bahwa pada bulan Oktober lalu, Seoul dan Washington telah sepakat untuk menempatkan pasukan strategis AS di wilayah negaranya untuk mencegah ancaman rudal dan nuklir Korea Utara.

Sementara itu, Pyongyang melihat bahwa latihan gabungan tahunan antara Korea Selatan dan AS merupakan persiapan mereka untuk intervensi militer sehingga Korea Utara merasa harus mengembangkan program rudal dan nuklirnya.

Baca: AS-Korea Selatan Uji Rudal Balistik Setelah Korut Tembakkan Rudal ke Arah Jepang

Sebelumnya pada awal tahun lalu, Rusia dan China mengajukan rencana “pembekuan kedua belah pihak” yang meminta Washington dan Seoul untuk menahan diri dari latihan militer gabungan di wilayah tersebut dengan imbalan penghentian program senjata milik Pyongyang. Namun rencana tersebut tidak disetujui oleh kedua belah pihak. (SFA)

Sumber: Arabic rt

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: