Eropa

Pakar Rusia: Tomahawk Tak Meledak di Suriah Bukti Rudal AS Lemah

Perang Suriah

Moskow – Seorang pakar Rusia menggarisbawahi bahwa misil AS yang tidak meledak selama serangan terbaru ke Suriah telah berubah menjadi kekalahan taktis bagi Washington, seperti dilansir FNA (27/04).

Baca: Inilah Fakta Memalukan Serangan AS ke Suriah

“Karena (hanya) sekitar 10 hingga 15 rudal yang ditembakkan oleh AS yang menghantam tanah Suriah dan menyisakan kurang dari 20 persen kerusakan, serangan itu menyebabkan kekalahan taktis bagi AS,” Rusia Today mengutip perkataan Kepala Akademi Ilmu Rudal Rusia Constantin Syokov.

Dia menegaskan bahwa AS menembakkan antara 50 hingga 60 rudal jelajah Tomahawk dari kapal perangnya dan angkatan udara Suriah juga menembakkan sekitar 25 rudal jelajah yang kemungkinan besar adalah peluru kendali GBU-38 dan AGM-158.

“Inggris juga menembakkan delapan rudal Storm Shadow/SKALP dari jet tempur Tornado yang semuanya merupakan rudal yang dipandu ultrasonik,” kata Syokov.

Syokov menunjukkan kinerja yang baik dari sistem pertahanan udara Suriah yang berasal dari era Uni Soviet dan tingkat kerusakan rendah yang tersisa dalam serangan itu, dan mengatakan salah satu alasan untuk kekalahan dari serangan ini adalah interval panjang dari serangan rudal yang berkisar setengah jam dan perang elektronik yang buruk untuk cadangan misil mereka.

Baca: Bashar Assad: Serangan AS Gagal Hentikan Perang Suriah Lawan Terorisme

Dia menggarisbawahi bahwa AS mengalami kekalahan dalam serangannya terhadap Suriah dan juga merusak reputasinya. Sementara itu ia juga menunjukkan bahwa titik kekuatan AS yang bertumpu pada rudal jarak jauh dapat ditangani jika sistem pertahanan diatur.

Dalam perkembangan yang relevan minggu lalu, seorang ahli militer Rusia menggarisbawahi bahwa rudal AS yang tidak beroperasi selama serangan terbaru terhadap Suriah kemungkinan telah dinonaktifkan oleh sistem pertahanan udara Suriah.

Layanan berbahasa Arab dari saluran berita RT mengutip Mikhail Timoshenko mengatakan pada hari Sabtu bahwa dua rudal jelajah yang hilang yang ditembakkan ke Suriah pada 14 April kemungkinan telah dinonaktifkan oleh sistem jamming Suriah.

Baca: Analis: Perseteruan di Timur Tengah Antara Iran VS Saudi, atau Iran VS Amerika Serikat?

Dia menambahkan bahwa rudal tidak bekerja mungkin karena kerusakan sistem pemrosesan elektroniknya.

Timoshenko menjelaskan bahwa rudal Tomahawk biasanya dilengkapi dengan sistem peledak otomatis di hulu ledaknya yang bertindak jika mesin berhenti bekerja, dan mengatakan bahwa beberapa peralatan vital mereka seharusnya dinonaktifkan karena sistem otomatis mereka juga gagal beroperasi. (SFA)

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Tor M2 Rusia Senjata Super Canggih ke Suriah | SALAFY NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: