Headline News

Pakar Medis Sebut Koalisi Saudi Penyebab Epidemi Kolera di Yaman

Sabtu, 19 Agustus 2017 – 15.47 Wib,

SALAFYNEWS.COM, YAMAN – Yaman, sebuah negara miskin tetangga Arab Saudi yang telah dilanda perang dan berada di ambang kelaparan. Dua tahun lebih sudah konflik mengerikan berkobar di negara tersebut yang telah menewaskan lebih dari 10.000 orang serta melukai 45.000 lainnya. Konflik itu pun telah menjadikan lebih dari 11 persen dari 26 juta penduduk negara tersebut mengungsi. (Baca: Wabah Kolera Sengaja Disebar di Yaman)

Yaman telah hancur berkeping-keping. Perang yang dipimpin Saudi dan didorong oleh ambisi Amerika Serikat, telah membuat jutaan orang menjadi korban penyakit mematikan seperti kolera. Wabah kolera merupakan salah satu dampak yang dirasakan dari perang yang dikobarkan Arab Saudi di Yaman sejak 26 Maret 2015 hingga kini. Yaman sekarang menghadapi wabah kolera terburuk di dunia, menurut badan kesehatan internasional. Kolera disebabkan karena menelan makanan atau air yang terkontaminasi bakteri Vibrio cholerae. Jika tidak diobati, bisa menyebabkan dehidrasi berat dan akhirnya mati.

Sejumlah pakar medis menilai bahwa operasi militer yang dilancarkan koalisi yang dipimpin Arab Saudi di Yaman adalah penyebab dari tersebarnya wabah kolera di Yaman. (Baca: Tahun Ini Serangan Saudi ke Yaman Meningkat Tiga Kali Lipat)

Sebuah artikel yang diterbitkan majalah kesehatan Lancet yang ditulis oleh Jonathan Kennedy yang berasal dari Queen Mary University di London dan rekan-rekannya menuliskan bahwa Arab Saudi dan sekutu-sekutunya telah menyebabkan munculnya epidemi kolera di Yaman. Ia menyebutkan bahwa serangan yang dilancarkan oleh jet-jet tempur koalisi Arab yang dipimpin oleh Arab Saudi telah menghancurkan rumah sakit-rumah sakit dan sistem jaringan air.

Bukan hanya itu, pasukan yang dipimpin Saudi juga telah menargetkan pertanian, fasilitas makanan, infrastruktur air, pasar, dan bahkan pelabuhan Hudaidah, di mana sebagian besar bantuan kemanusiaan memasuki negara tersebut. Meskipun Riyadh mengklaim bahwa mereka mengebom posisi pejuang Ansarullah, tapi jet-jet tempur Saudi terus meratakan kawasan pemukiman dan infrastruktur sipil.

Menurut beberapa laporan, kampanye udara yang dipimpin Saudi melawan Yaman telah membawa negara miskin tersebut ke arah bencana kemanusiaan. Sementara kampanye mematikan Arab Saudi telah mencegah pasien bepergian ke luar negeri untuk perawatan dan memblokir masuknya obat-obatan ke negara yang dilanda perang tersebut, dengan terus menyerang daerah pemukiman di Yaman. Hampir separuh fasilitas medis negara tersebut telah hancur bahkan seorang anak Yaman meninggal setiap 10 menit akibat kelaparan dan kurangnya fasilitas medis.

Selain itu, mereka juga menuduh AS dan Inggris dengan menyebutkan bahwa pemerintah AS dan Inggris dan perusahaan industri milik keduanya telah menyuplai senjata dan informasi intelijen untuk koalisi Arab yang dipimpin Arab Saudi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengumumkan bahwa ditemukan lebih dari setengah juta kasus kolera di Yaman yang telah dilaporkan, dan ada sekitar 2.000 orang telah meninggal akibat epidemi ini.

Menurut sebuah laporan yang dikeluarkan oleh WHO menyebutkan bahwa epidemi kolera yang melanda Yaman adalah epidemi terbesar yang ada di dunia saat ini. Komite Palang Merah Internasional juga telah memperingatkan bahwa jumlah kasus kolera di Yaman akan melebihi 600.000 kasus pada akhir tahun ini. (SFA)

Sumber: Arabic.SputnikNews

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: