Afrika

Otoritas Tunisia Dipusingkan Minat Tinggi Warganya Gabung Kelompok Teroris

Selasa, 10 Mei 2016

Tunis, SALAFYNEWS.COM – Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Tunisia, Yasser Mesbah, mengumumkan kementeriannya telah mencegah sedikitnya 1.900 warga Tunisia untuk bergabung dengan  beberapa kelompok ekstrimis di zona konflik pada kuartal pertama tahun 2016. (Baca: Jihadis Saudi dan Tunisia Tempati Peringkat atas Daftar Pelaku Bom Bunuh Diri)

 Mesbah mengkonfirmasi hal ini saat wawancara dengan stasiun radio swasta Shems FM, Senin(9/5), ia menambahkan bahwa pada tahun 2016 hampir 1.877 warga Tunisia dicegah dari melakukan perjalanan untuk bergabung di beberapa kawasan yang dilanda ketegangan. Mereka yang ingin bergabung berusia antara 20 – 23 tahun dan saat ini telah ditempatkan di bawah pengawasan harian oleh pemerintah.

Sebelumnya ribuan warga Tunisia telah bergabung di jajaran kelompok ekstrimis di Suriah, Irak, dan Libya. Hal itu membuat Tunisia sebagai salah satu negara paling menderita akibat fenomena ini.

Mesbah menjelaskan bahwa sejak awal tahun, pemerintah berhasil membongkar  33 sel jaringan teroris dan telah dilakukan penyisiran  1.733 markas tempat tinggal para anggota teroris maupun ekstremis.

Pada periode yang sama, sekitar 1.400 orang telah dibawa ke pengadilan atas tuduhan bergabung  dengan kelompok teroris, sementara 140 orang lainnya ditangkap karena terlibat dalam isu-isu yang berkaitan dengan perginya anak-anak muda ke sejumlah zona konflik.

Namun ia mengatakan bahwa “situasi keamanan secara umum baik, terlihat dari beberapa indikasi yang sangat positif”. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: