Eropa

Organisasi HAM Tuntut Prancis Stop Jual Senjata ke Saudi dan UEA

Prancis

PRANCIS – Dua kelompok organisasi HAM telah menuntut pemerintah Prancis untuk menghentikan penjualan senjata ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab pada hari Minggu (06/05) dan kedua organisasi menyatakan bahwa mereka akan membawa kasus ini ke otoritas pengadilan tertinggi Prancis, seperti dilansir Arabic.rt (06/05).

Baca: Inilah Tamparan Keras Iran untuk AS, Prancis dan Inggris di PBB Soal Perang Yaman

Badan Droit Solidarite, yang merupakan organisasi hukum non-pemerintah dan ASER, yang khusus untuk mengawasi senjata, keduanya akan mengajukan gugatan hukum kepada Dewan Negara Prancis pada hari Senin, yang mewakili kekuasaan kehakiman tertinggi di negara ini dan bertugas memberikan nasihat kepada pemerintah tentang hal-hal legislatif dan memisahkan masalah-masalah yang berkaitan dengan kebjakan umum.

Sebelumnya pada bulan Maret lalu, kedua organisasi ini juga pernah menuntut pemerintah Prancis untuk menarik izin ekspor senjata ke Arab Saudi dan UEA dan memberikan Perdana Menteri Doar Philip waktu dua bulan untuk melaksanakan hal ini, akan tetapi sampai saat ini kedua lembaga ini belum menerima respon apapun.

Droite Solidarite dan ASER mengatakan dalam sebuah pernyataan bersama pada hari Minggu (06/05) bahwa “Dewan Negara harus menentukan legalitas keputusan untuk lisensi ekspor yang dikeluarkan oleh Perdana Menteri”.

Baca: Bongkar Kerjasama Rahasia Perusahaan Perancis “Lafarge” dengan ISIS di Suriah

Kedua organisasi ini menganggap bahwa Prancis telah melanggar hukum nasional dan internasional dengan menjual senjata yang kemudian dipergunakan dalam konflik Yaman.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron disebut-sebut banya mendapat tekanan dari kelompok-kelompok pembela HAM untuk membatasi hubungannya dengan koalisi Arab yang dipimpin oleh Arab Saudi yang telah mengobarkan perang di Yaman, di mana lebih dari 10.000 orang telah tewas sejak 2015.

Arab Saudi dan UEA, dua kekuatan besar yang ada dalam koalisi Arab, merupakan pembeli utama senjata Prancis dan perusahaan-perusahaan senjata terbesar di Prancis seperti Dasaault da Thales telah menandatangani kontrak besar dengan kedua negara ini.

Baca: Ledekan Menyakitkan Bashar Assad Kepada AS, Inggris, dan Prancis :Video

Tidak seperti banyak sekutunya, prosedur lisensi ekspor senjata di Prancis yang merupakan eksportir senjata terbesar ketiga di dunia, tidak tunduk pada pengawasan atau kontrol parlemen tetapi disetujui oleh komite yang dipimpin oleh perdana menteri.

Sementara itu, negara-negara Eropa, termasuk Jerman telah menangguhkan hubungannya dengan koalisi militer yang dipimpin Saudi, dikarenakan laporan-laporan yang menyebutkan banyak kematian warga sipil dalam serangan yang dilancarkan oleh pasukan Saudi dan sekutunya. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: