Headline News

Operasi Sapu Bersih Akibat Tamak Kekuasaan Mohammed Bin Salman

Senin, 06 November 2017 – 14.44 Wib,

SALAFYNEWS.COM, RIYADH – Komite anti korupsi Arab Saudi, yang baru-baru ini didirikan oleh Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud, menargetkan anggota keluarga kerajaan yang berseberangan dengannya. Sedikitnya 11 pangeran Saudi, empat menteri pemerintah Saudi dan puluhan mantan menteri pemerintah telah ditangkap, menurut Al Arabiya.

Baca: Mohammed Bin Salman Tangkap 11 Pangeran dan 4 Menteri Arab Saudi

Menurut The New York Times, jaringan TV satelit Saudi, Al Arabiya, mengumumkan bahwa “11 pangeran Saudi, empat menteri yang masih dalam masa jabatan dan ‘puluhan’ mantan menteri telah ditangkap atas perintah dari komite anti-korupsi baru yang dipimpin oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman.”

Alwaleed bin Talal, yang lulus dari Menlo College and Syracuse University, mengendalikan perusahaan investasi yang terdaftar di Kingdom Holding Saudi. Saham-sahamnya tersebar di News Corp, Time Warner, Citigroup, Twitter, Apple, Motorola dan banyak perusahaan kelas dunia lainnya. Selain itu ia juga mengendalikan jaringan televisi satelit yang ditonton di seluruh dunia Arab.

Baca: Kudeta Terselubung Mohammed bin Salman “Rampok” Tahta Kerajaan Saudi

Merujuk pemberitaan media lokal setempat, penangkapan dan ‘sapu bersih’ para pangeran dan para pejabat itu disebut-sebut sebagai langkah Putra Mahkota Mohammed bin Salman untuk menguatkan posisinya.

Di usia yang masih muda, 32 tahun, Mohammed bin Salman sudah memperlihatkan ambisinya yang kuat terhadap kekuasaan dengan begitu dominan di militer, hubungan asing, ekonomi, dan sosial. Hal tersebut menimbulkan sejumlah ketidakpuasan di kalangan kerajaan.

Jaringan berita mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa investor dan miliarder terkenal Pangeran Alwaleed bin Talal termasuk di antara mereka yang telah ditahan sehubungan dengan penyelidikan korupsi yang baru dibuka.

Sebelumnya, komite anti-korupsi mengumumkan peluncuran kembali penyelidikan terhadap bencana banjir yang merenggut nyawa lebih dari 120 orang di kota Jeddah, Saudi, pada tahun 2009.

Baca: Analis: Kudeta Terselubung Putra Mahkota Saudi

Penyelidikan tersebut selesai pada bulan Desember 2014, pengadilan Arab Saudi menemukan sekitar 45 orang telah bersalah, termasuk beberapa pejabat senior, atas tuduhan penyuapan, penyalahgunaan kekuasaan dan pencucian uang. (SFA)

Sumber: SputnikNews

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: