Artikel

Oknum Politisi dan teroris “Bekerjasama” Serang Pemerintahan Jokowi

Teroris

JAKARTA – Soal terorisme ini adalah soal politik. Jadi jika ada yang katakan tidak ada urusan dengan politik, itu ngawur. Karena kalau bukan soal politik, tidak akan mungkin ada terorisme. Ini soal politik untuk mendapatkan kekuasaan. Muaranya ya disitu saja. Soal tujuan setelah dapatkan kekuasaan, itu hal lain lagi.

Baca: ‘Teroris’ dan PKS Benci Jokowi, Ini Penjelasan Denny Siregar

Semakin Jokowi keras memberantas kelompok radikal, maka semakin keras juga perlawanan mereka ke Jokowi. Tapi jika Jokowi biarkan mereka hidup bebas, dapat dipastikan mereka tidak akan melakukan pengeboman untuk sementara waktu.

Mereka akan bekerja seperti yang selama ini mereka kerjakan yaitu menciptakan perpecahan antar rakyat, antar umat, antar kerabat sehingga antar anak bangsa saling konflik dan negara kesatuan Republik Indonesia runtuh.

Jadi kalau begitu apa pilihannya?

Apa Pemerintah harus melawan dengan cara yang lebih keras atau membiarkan antar rakyat saling berhadap-hadapan dengan perbedaan? Ternyata Pemerintah mengambil sikap untuk bumihanguskan teroris.

Penyerangan dan pengeboman yang dilakukan oleh para teroris di beberapa daerah adalah bagian dari ancaman mereka terhadap pemerintah Jokowi. Mereka tahu pemerintah Jokowi sangat tegas terhadap mereka walau pemerintah Jokowi masih terbelenggu dengan belum direvisinya UU Terorisme. Pasal-pasal tegas masih disandera DPR dan membiarkan Pemerintah gunakan pasal banci untuk memberantas terorisme.

Mereka menyerang tempat-tempat aparat untuk menunjukkan bahwa tempat terkuat di negara ini saja bisa mereka serang. Mereka menyebarkan ketakutan ke masyarakat.

Baca: Ramalan Gus Dur Terbukti, Infiltrasi Islam Garis Keras ke Muhammadiyah

Para oknum politisi “bekerjasama” dengan para teroris. Para oknum memanfaatkan serangan teroris untuk menggerogoti dan melemahkan Pemerintah untuk kepentingan Pemilu 2019

Ada dua pihak yang bermain, yaitu pihak yang nafsu ingin gantikan Jokowi dengan halalkan berbagai cara (Oknum Politisi) dan yang satunya lagi ingin mengganti Jokowi sekaligus ideologi bangsa (Teroris). Mereka tidak bekerjasama tapi saling membantu. Antar mereka tidak saling menyerang tapi saling memanfaatkan.

Makanya tidak heran kenapa oknum anti Jokowi tidak mau mengutuk apa yang dilakukan para teroris? karena mereka ingin memanfaatkan hal ini untuk menyalahkan Jokowi. Para oknum anti Jokowi memanfaatkan hal ini dengan menuduh bahwa terorisme ini adalah skenario dari Pemerintah Jokowi. Mereka sebarkan hal itu.

Mereka memanfaatkan apa yang dilakukan teroris kepada rakyat Indonesia, untuk melemahkan pemerintah. Mereka ingin rakyat percaya bahwa pemerintah sengaja membunuh rakyat, agar supaya rakyat tidak lagi mendukung pemerintahan Jokowi, agar supaya rakyat tidak mau bekerjasama untuk melawan terorisme, lalu rakyat memilih pemimpin lain yang ditawarkan para oknum itu. Yang pasti selain Jokowi di Pemilu 2019.

Baca: WOW! Membongkar UUD Negara Khilafah HTI

Makanya jangan heran juga jika ada yang menyatakan agar pendukung Jokowi jangan memanfaatkan kejadian ini untuk mengkampanyekan Jokowi.

Loh!? ini bukan kampanye, ini kondisi riil dilapangan. Di lapangan ada teroris dan ada oknum yang kerjaannya menuduh seolah-olah Jokowi sengaja membunuh rakyat. Menghadapi dua serangan ini, apakah harus di diamkan atas nama kampanye?

Tentu saja ini tidak bisa di diamkan, karena rakyat dan pemerintah harus bersatu melawan kelompok radikal ini. Para oknum malah ingin rakyat dan pemerintah tidak bersatu agar elektabilitas Jokowi turun dan kalah dalam Pemilu 2019. Sangat hina sekali yang mereka lakukan.

Baca: Denny Siregar: Suriah Kecil itu Bernama Indonesia

Jadi jika ada yang katakan jangan memanfaatkan kejadian terorisme ini untuk kampanye Jokowi, maka mereka itulah para pendukung terorisme, mereka itulah yang memanfaatkan terorisme untuk tujuan pemilu 2019.

Rakyat jangan mau terpedaya dengan seruan itu, terlihat adem tapi menipu. Karena dengan rakyat diam, mereka akan terus memfitnah pemerintah, mereka akan memanfaatkan kerja para teroris untuk kepentingan Pemilu 2019. Mari lawan terorisme dan kawan-kawan para teroris!. (SFA)

Sumbe: TeddyGusnaidi

3 Comments

3 Comments

  1. Pingback: Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Malang | SALAFY NEWS

  2. Pingback: Hukum Mati, Gembong Teroris Ngompol di Celana | SALAFY NEWS

  3. Pingback: Jokowi Target 2019 Tak Ada Desa Tertinggal | SALAFY NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: