Headline News

Nyamar Jadi Imam Masjid, Intelijen Mossad Pemimpin ISIS Ditangkap di Libya

Minggu, 27 Agustus 2017 – 08.27 Wib,

SALAFYNEWS.COM, LIBYA – Otoritas Libya menahan seorang pemimpin dan pengkhotbah masjid dari kelompok teroris ISIS yang kemudian mengaku sebagai petugas Mossad. Menurut pihak berwenang Libya, nama asli Abu Hafs adalah Benjamin Efraim, seorang intelijen Israel di salah satu unit khusus Mossad yang melakukan operasi spionase di negara-negara Arab dan mayoritas muslim.

Baca: ISIS Bukan Organisasi Jihad Islam, Tapi Operasi CIA dan Mossad

Otoritas Libya mengatakan mata-mata Mossad telah memulai karirnya di Libya dengan memimpin kelompok yang berafiliasi dengan ISIS, beranggota 200 orang dan pindah ke Benghazi dengan menyamar sebagai seorang pengkhotbah.

Menurut mereka, Abu Hafs telah berusaha untuk menyusup ke Mesir, dan menambahkan bahwa kelompok yang berada di bawah komandonya, adalah salah satu kelompok teroris paling biadab yang mengancam akan mengekspor perang ke Mesir.

Laporan tersebut muncul di latar belakang sejumlah laporan yang mengatakan bahwa pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi juga merupakan agen Mossad meskipun belum ada bukti yang kredibel untuk membuktikan klaim tersebut.

Baca: ‘Jihad Seks Ala Zionis Israel’ Senjata Terbaru Mossad

Ketika teror menyerang Irak dan menaklukkan Mosul sekitar tiga tahun lalu, banyak laporan telah mengemuka di media yang mengungkapkan bahwa puluhan agen Mossad memimpin pejuang ISIS.

Laporan tersebut muncul saat spekulasi meningkat di dalam jajaran ISIS atas kemungkinan penggantinya Abu Bakr al-Baghdadi setelah laporan baru-baru ini mengenai kematiannya.

Menurut laporan bulan lalu, pemimpin ISIS di Libya Jalalulddin al-Tunisi dan pemimpin ISIS di Suriah Abu Mohammad al-Shamali adalah dua pendukung utama untuk memimpin kelompok teroris tersebut setelah al-Baghdadi.

Baca: Netanyahu: “Mossad” Bantu Kembangkan Hubungan Dengan Negara-Negara Arab

Jalalulddin al-Tunisi, yang nama aslinya adalah Mohammad Bin Salem al-Oyoni, lahir pada tahun 1982 dan merupakan penduduk kota Masaken di provinsi Souseh, Tunisia Tengah.

Al-Oyoni juga telah memperoleh kewarganegaraan Prancis setelah melakukan perjalanan ke negara Eropa sebelum bergabung dengan kelompok teroris di Tunisia pada tahun 2011-2012. Al-Oyoni bergabung dengan ISIS di Irak dan Suriah pada tahun 2013 dan 2014. Sumber Amerika dan Irak mengklaim bahwa enam komandan ISIS, termasuk seorang anggota kelompok teroris Belgia-Aljazair dan Prancis, diklaim sebagai penerus al-Baghdadi. (SFA)

Sumber: FNA

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: