Fokus

NU Kecam Penyerangan dengan Pedang di Gereja Santa Lidwina Sleman

Minggu, 11 Februari 2018 – 18.23 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Nahdlatul Ulama (NU) mengecam penyerangan yang terjadi Gereja Santa Lidwina, Bedog, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping. Tokoh Muda NU, Zuhairi Misrawi, mengatakan peristiwa semacam itu jelas mengancam NKRI.

Baca: Kronologi dan Video Pembacokan di Gereja Santa Lidwina Sleman Yogyakarta

“Ini tidak bisa dibiarkan. Kejadian ini sudah mengancam NKRI dan kita lihat ini seperti operasi politik karena tidak hanya terjadi di Yogya tapi di Jabar juga,” kata Misrawi di Warung Gado-Gado Boplo, Jalan Gereja Theresia No 41, Menteng, Jakarta, Minggu (11/2).

Misrawi mendesak pemerintah untuk mengungkap tokoh utama di balik aksi penyerangan itu. Pelaku harus ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku. Misrawi juga meyakini, pelaku penyerangan bukan orang gila.

“Tidak mungkin orang gila melakukan hal yang gila. Saya kira peristiwa yang terjadi di Yogya itu bukan sesuatu yang biasa, itu sesuatu yang luar biasa,” ucapnya.

Baca: Buya Syafii Maarif Sesalkan Pembacokan di Gereja Santa Lidwina Sleman Yogyakarta

Misrawi melihat, aksi penyerangan ini bisa memberi dampak negatif bagi pemerintah. Di mana, pemerintah akan dianggap tidak bisa mengendalikan keamanan di tempat-tempat ibadah dan tempat umum lainnya. Oleh karena itu, Misrawi menyarankan agar pemerintah segera mengambil sikap menuntaskan kasus penyerangan tersebut.

“Pemerintah harus menunjukkan wibawanya, harus hadir dan mengungkap aktor utama di balik ini dan yang terpenting tidak boleh ada kejadian lagi,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang pemuda mengamuk dan menyerang Gereja Santa Lidwina, Bedog, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, pagi tadi. Empat orang terluka salah satunya Romo Prier yang sedang memimpin ibadah di gereja tersebut.

Pelaku menyerang Romo Prier dan jemaat lainnya menggunakan sebilah pedang. Romo Prier mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya.

Ketua Gereja Santa Lidwina, Sukatno, menuturkan peristiwa bermula saat persiapan ibadah Misa tengah dilakukan. Saat itu, para jemaat sudah berkumpul di gereja.

Baca: Penyerang Gereja Santa Lidwina Sleman Suka Berpindah-pindah Tempat Tinggalnya

“Itu kan akan mulai perayaan misa. Kondisinya hening karena dalam meditasi dan doa. Romo tidak memperhatikan sesuatu akan menimpa,” ujar Sukatno, Minggu (11/2).

Tiba-tiba, kata Sukatno, datang orang tak dikenal membawa pedang. Sejumlah jemaat pun sempat dilukai oleh orang itu sebelum maju merangsek mendekati Romo Prier.

“Langsung masuk dan menyerang. Pelaku tak memakai tutup muka. Akibat diserang Romo mengalami luka cukup parah. Lukanya di bagian kepala dan pundak,” ungkap Sukatno

Beruntung pelaku segera ditangkap dan dilumpuhkan oleh petugas.Tak seorang pun jemaat mengenal sosok pria itu.

“Romo dibawa ke rumah sakit Panti Rapih,” terang Sukatno.

Dia menambahkan, selain pastor ada tiga jemaat yang terluka akibat serangan pemuda tersebut. Ketiganya adalah Yohanes Triyanto, 38, warga Nusupan; Mukarto, warga Nogotirto; dan Budiono. Ketiga jemaat yang terluka itu langsung dilarikan ke RS Panti Rapih Kota Yogyakarta.

“Jemaat yang luka dibawa ke RS Panti Rapih. Mukarto warga Nogotitrto yang juga dosen di Sadhar (Universitas Sanata Dharma) luka di punggung. Budiono luka di kepala dan punggung agak dalem, lukanya mendapat perawatan di Panti Rapih juga,” ungkap Sukatno. (SFA/Merdeka)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: