Fokus

NU Garut Tolak Kedatangan Bachtiar Nasir Karena Meresahkan

Selasa, 07 November 2017 – 09.14 WIb,

SALAFYNEWS.COM, GARUT – Surat PCNU Kabupaten Garut yang ditujukan kepada Ketua DKM Masjid Agung Garut, tentang penolakan Tausiyah oleh Ustad Bachtiar Nasir dan KH Ahmad Shabri Lubis.

Baca: Pentolan GNPF MUI Bachtiar Nasir Ditolak Tausiah di Cirebon, Ini Komentar Polisi

Selain itu dalam spanduk tertera bendera yang biasa digunakan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang diletakkan di atas bendera merah putih. “Dari spanduk sendiri sudah kami persoalkan, karena terdapat tanda-tanda yang biasa dipergunakan oleh HTI,” ungkap Aceng.

Rencana kedatangan Bachtiar Nasir dan KH Ahmad Shabri Lubis di Kabupaten Garut Jawa Barat mendapat penolakan dari Pengurus Cabang Nadhlatul Ulama (PCNU) Wilayah Garut. Karena PCNU merasa da’i ini selalu memberikan tausiyah yang tidak menyejukkan, bahkan cenderung melukai perasaan sebagian warga Indonesia dan menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat dalam surat yang ditujukan kepada Ketua DKM Mesjid Agung Garut.

Acara yang direncanakan akan dilaksanakan pada hari Minggu 11 November 2017 di Alun-Alun Kota Garut, disebutkan oleh PCNU tetap bisa diselenggarakan apabila tidak mengundang kedua penceramah tersebut atau diganti penceramah dengan ulama yang menyejukkan.

Baca: Kapolri Ungkap Aliran Dana dari Bachtiar Nasir Diduga untuk Kelompok Pro ISIS di Turki

Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kabupaten Garut, Jawa Barat, menolak kehadiran Ustaz Bachtiar Nasir untuk mengisi acara tablik akbar. Acara itu akan diselenggarakan di Garut pada Sabtu, 11 November 2017.

Menurut Wakil Sekretaris PCNU Garut, Aceng Hilman Umar Basori, penolakan tersebut disampaikan melalui surat resmi yang dikeluarkan pihak PCNU Kabupaten Garut. Penolakan tersebut berkaitan dengan tema Tabligh Akbar “Garut Bumi Islam”.

“Tema acara yang diusung, Garut Bumi Islam. Kalau begitu warga non-muslim tidak boleh tinggal di Garut? Umat Islam harusnya toleran dengan umat non-muslim,” ujar Aceng, Senin 6 November 2017.

Selain itu dalam spanduk tertera bendera yang biasa digunakan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang diletakkan di atas bendera merah putih. “Dari spanduk sendiri sudah kami persoalkan, karena terdapat tanda-tanda yang biasa dipergunakan oleh HTI,” ungkap Aceng.

Baca: Ramalan Gus Dur Terbukti, Infiltrasi Islam Garis Keras ke Muhammadiyah

Tak cuma itu, Aceng berpendapat ustaz Bachtiar Nasir juga cenderung membiarkan radikalisme atas nama agama. Karena itu lah, apapun alasannya PCNU tetap menolak kehadiran Bachtiar di Garut. “Hal ini sudah kami kaji sebelumnya. Kami tegaskan kami tidak menolak pengajiannya, tetapi yang kami tolak adalah pengisi acaranya,” katanya. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: