Fokus

NU dan Muhammadiyah Kompak dan Sepakat dengan Tegas Tolak HTI

Sabtu, 20 Mei 2017 – 06.56 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Semakin mengganasnya kelompok khilafah mendengungkan pembentukan negara Islam ala mereka yang dapat membahayakan NKRI dan kebhinekaan. Oleh karena itu dua ormas Islam terbesar di Indonesia yaitu NU dan Muhammadiyah kompak dan sepakat dengan tegas tolak HTI. (Baca: Cegah Radikalisme, Ketum PBNU Dukung Kapolda Jatim Tentang Perda Pelarangan HTI)

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj mengatakan, NU bersama Muhammadiyah menolak gerakan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Visi misi HTI dinilai ingin mengganti dasar negara Indonesia dari Pancasila menjadi Khilafah.

“Harus kita hadapi tegas kepada mereka yang ingin mengubah dasar negara dan mengganggu NKRI,” kata Said dalam Serial Dakwah Kebangsaan NU-Muhammadiyah di gedung PBNU Jakarta Pusat, Jumat 19 Mei 2017.

Solusi Mengemil yang Sehat dan Tak Membuat Berat Badan Naik Said menilai, HTI menjadi gerakan yang ingin membebaskan umat Islam dari sekat-sekat nasional. Said juga mengimbau masyarakat menghormati perbedaan yang ada di Indonesia dan menjaga NKRI.

“Alhasil mari kita jaga NKRI ini dengan menghormati perbedaan saudara sebangsa dan senegara kita ini,” katanya. (Baca: WOW! Ansor Siap Head To Head Hadapi Kelompok Radikal dan Intoleran)

Sebab, menurut Said, masyarakat harus sadar bahwa Pancasila sudah tepat sebagai dasar negara. Karena dalam lima nilai di dalamnya tak hanya terkandung unsur kebangsaan, tapi juga keagamaan.

Lebih lanjut, Said mengatakan, tidak ada pamrih atas apa yang dilakukan NU dan Muhammadiyah. Tujuannya adalah ingin umat Islam lebih sadar bahwa pilkada sudah selesai. Pemenangnya pun sudah terpilih dan beragama Islam, sehingga tidak perlu bertindak lebih jauh mengusik dasar negara.

“Kami hanya ingin menyadarkan umat Islam,” katanya.

Diskusi yang dilakukan NU dan Muhammadiyah merupakan kelanjutan dari pertemuan dengan Presiden Joko Widodo bahwa diperlukan lebih banyak dialog kebangsaan untuk mendamaikan kondisi politik nasional. (Baca: “Tamparan Keras” Ahmed Zein Mottaqien kepada HTI)

Selanjutanya, Serial Halaqah Kebangsaan NU-Muhammadiyah mengenai negara Pancasila dan Khilafah akan kembali digelar di Kantor Muhammadiyah akhir Mei 2017. (SFA)

Sumber: MetroNews

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: