Amerika

Nilai Kesepakatan Perang AS di Suriah, Irak & Afghanistan Capai 2 Triliun Dolar

Kamis, 24 Agustus 2017 – 12.20 Wib,

SALAFYNEWS.COM, AMERIKA – Apa yang dikatakan Presiden Donald Trump baru-baru ini tentang peningkatan dukungan militer AS di Afghanistan adalah pergeseran radikal terhadap slogan yang dia ungkapkan saat menyampaikan kampanyenya di bawah slogan yang berjudul “America First”. (Baca: Siapa yang Banyak Membunuh Warga Suriah, Bashar Assad atau Amerika?)

Presiden AS yang berjanji untuk berhenti menjadikan negaranya sebagai “polisi dunia” dan memfokuskan kembali perhatiannya pada negaranya, namun pada hari Selasa (22/08) telah mengungkapkan tentang penguatan militer AS di Afghanistan, sebagaimana yang diungkapkan oleh surat kabar Perancis “Le Monde”.

Surat kabar ini mengatakan bahwa perang melawan Taliban setelah serangan pada bulan September 2001 lalu menjadi perselisihan terpanjang yang melibatkan AS sejak kemerdekaan. (Baca: RUSIA MARAH.. Kosachev: Riyadh Tak Pernah Sebut Amerika Sebagai Agresor di Suriah-Irak)

Surat kabar ini mengungkapkan bahwa militer AS sudah berada di Afghanistan sudah sejak 16 tahun lalu hingga saat ini, sementara sebagian besar negara-negara Barat telah menarik pasukannya dari Afghanistan pada 1 Januari 2015 silam bersamaan dengan berakhirnya misi NATO.

Jumlah militer permanen AS yang berada di Afghanistan tercatat mencapai 8.400 tentara yang tergabung dalam operasi “dukungan kuat”, jumlah yang sangat kecil jika dibandingkan dengan jumlah 100.000 orang yang dikirim ke Afghanistan pada puncak konflik.

Seperti Donald Trump, mantan presiden AS Barrack Obama juga pernah membuat perubahan radikal ketika ia memutuskan untuk memperkuat pasukan negaranya pada akhir tahun 2009 untuk melawan ancaman Taliban.

Surat kabar Le Monde mengutip sebuah studi yang dilakukan oleh “Pusat Studi Internasional dan Strategis” mengungkapkan bahwa rekening milik AS dari perang yang dipimpinnya setelah serangan 11 September 2001 di Afghanistan, Irak dan Suriah mencapai 2 triliun dolar atau 1,7 triliun euro dan pengeluaran Kementerian Pertahanan AS untuk perang di Afghanistan mencapai 840 miliar dolar atau 714 miliar euro. (Baca: Untuk Pertama Kalinya AS Jatuhkan Bom Moab di Afghanistan)

Perang di Afghanistan juga telah menyebabkan jatuhnya banyak korban jiwa dan personil militer AS, di mana AS bertanggung jawab atas sebagian besar korban perang tersebut dengan 2.403 tentara tewas sejak 2001, dua kali jumlah tentara negara koalisi yang tewas di Afghanistan.

Berkenaan dengan korban sipil, pembandingnya tidak mungkin dipaparkan disini, namun jumlahnya melebihi 17.000 warga sipil yang telah tewas pada tahun 2014. Dengan rata-rata lebih dari 3.500 korban tewas setiap tahunnya selama tiga tahun terakhir, sebagaimana yang dilansir Brookings Research Institute. (SFA)

Sumber: Arabic.SputnikNews

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: