Fokus

Ngaku ISIS, Seorang Pria Gunakan Obeng Ancam Paspampres di Istana Merdeka

Selasa, 14 November 2017 – 14.16 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Seorang pria bernama Basufi Parsiwan mendatangi pos jaga Istana Negara, di Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Senin (13/11/2017). Ia meminta bertemu Jokowi dan mengancam akan menusuk pasukan pengamanan presiden yang berjaga dengan sebuah obeng.

Baca: Buya Syafii kepada Jokowi: ISIS Rongsokan Peradaban Arab

Asintel Paspampres Letkol Kav Urip Prihatman mengatakan, kejadian tersebut terjadi pada pukul 18.00 WIB sore. Dalam keadaan hujan lebat, pelaku seorang diri mendatangi pos penjagaan pintu masuk ke kompleks Istana.

“Pelaku meminta bertemu dengan Presiden Jokowi namun ditolak karena tidak sesuai prosedur,” kata Urip seperti dilansir Kompas, Senin (13/11/2017).

Meski ditolak, lanjut Urip, namun pelaku yang berusia 39 tahun tersebut tetap memaksa ingin bertemu Presiden. Bahkan, pelaku mengancam Paspampres yang berjaga.

“Pelaku memaksa ingin bertemu Presiden Jokowi dengan malakukan ancaman akan menusuk personel pos jaga dengan menggunakan obeng plat dengan panjang 25 cm yang siap diarahakan kepada petugas jaga istana,” kata Urip.

Baca: KH Aqil Siradj: ISIS Masuk Indonesia Secara Masif 2017 : Video

Pelaku juga, lanjut Urip, berteriak-teriak bahwa dirinya adalah bagian dari Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Pelaku mengaku ingin jihad dan bertemu Jokowi. Bahkan pelaku sempat menantang Paspampres yang berjaga.

“Silakan tembak saya, saya kebal terhadap peluru,” demikian teriak pelaku, seperti yang ditirukan Urip.

Pelaku yang berdomisili di Tangerang ini pun akhirnya dibekukkan oleh personel yang berjaga. Pelaku kemudian diamankan di pos jaga dan dilakukan pemeriksaan. Selanjut pada pukul 21.00 yang bersangkutan diserahkan ke Polsek Gambir.

Ternyata Depresi

Seorang pria bernama Basufi Parsiwan, yang nekat menyerang Pasukan Pengamanan Presiden menggunakan obeng, diduga mengalami depresi. Dugaan ini berdasarkan pemeriksaan awal yang dilakukan Paspampres.

“Yang bersangkutan diduga depresi,” kata Asintel Paspampres Letkol Kav Urip Prihatman kepada Kompas.com, Senin (13/11/2017).

Baca: Jokowi Minta TNI-Polri Tidak Anggap Enteng ISIS

Berdasarkan pengakuannya kepada Paspampres, Basufi telah cerai dengan istrinya. Ia juga sudah lama tidak bertemu anaknya yang tinggal di kampung halaman di Banyumas. Saat ini, Basufi tinggal menumpang kakaknya di Tangerang.

“Pekerjaan saat ini jual pop ice dan ke Jakarta untuk cari pekerjaan yang lebih baik,” ucap Urip.

Urip mengatakan, Basufi mendatangi pos jaga Istana Negara, di Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Senin (13/11/2017) petang pukul 18.00 WIB. Dalam keadaan hujan lebat, pelaku seorang diri. Pelaku meminta bertemu dengan Presiden Jokowi namun ditolak karena tidak sesuai prosedur.

Meski ditolak, namun pelaku yang berusia 39 tahun tersebut tetap memaksa ingin bertemu Presiden. Bahkan pelaku mencoba menyerang Paspampres yang berjaga menggunakan obeng plat dengan panjang 25 cm.

“Sudah nyerang pakai obeng, anggota mengelak kemudian dilumpuhkan dengan tangan kosong,” ucap Urip.

Pelaku juga, lanjut Urip, sempat berteriak-teriak bahwa dirinya adalah bagian dari Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Pelaku mengaku ingin jihad dan bertemu Jokowi. Bahkan pelaku sempat menantang Paspampres yang berjaga untuk menembaknya karena merasa kebal peluru.

Namun setelah diperiksa lebih jauh, diperkirakan tak ada hubungan antara pelaku dan organisasi ISIS. “Setelah didalami tidak ada. Hanya depresi sehingga tindakannya diluar kesadarannya,” kata Urip. Setelah diperiksa oleh Paspampres, selanjutnya pukul 21.00 WIB yang bersangkutan diserahkan ke Polsek Gambir. (SFA)

Sumber: Infomenia

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: