Amerika

New York Times: Rakyat Saudi Berhemat, Sang Raja Hidup Berfoya-foya

Sabtu, 04 Maret 2017 – 08.00 Wib,

SALAFYNEWS.COM, AMERIKA – Surat kabar Amerika, New York Times (02/03) mengomentari tentang tur yang dilakukan Raja Saudi Salman bin Abdul Aziz ke Asia dengan segala hiruk pikuk pemberitaan besar yang menyertainya yang akan berlangsung selama sebulan, yang diklaim oleh pihak Kerajaan sebagai kunjungan kenegaraan dalam rangka memperkuat hubungan ekonomi dengan negara-negara Asia. (Baca: Ini Bukti 5 Aib Para Pangeran Kerajaan Saudi Terungkap Media)

Surat kabar AS ini menyebutkan bahwa rombongan besar yang dibawa sang Raja dalam kunjungannya mencapai 1.500 orang, termasuk 25 pangeran dan 10 menteri dan lebih dari 100 orang aparat keamanan.

Surat kabar ini juga menambahkan bahwa dalam tur perjalanan sebulan ini, Raja dan rombongannya menaiki 6 pesawat jenis Boeing C-130 Hercules dan sebuah pesawat angkut militer yang membawa 506 ton kargo serta 2 lift khusus untuk digunakan oleh Raja.

Surat kabar New York Times mengkritik kebijakan perjalanan dan kunjungan mewah ala kerajaan Saudi yang dilakukan di tengah badai ekonomi Saudi yang menampilkan perjalanan yang penuh kemewahan dan kefoya-foyaan. Surat kabar ini menegaskan bahwa saat ini Saudi tengah menghadapi situasi sulit di negara tersebut, terutama setelah penerapan kebijakan penghematan oleh pemerintah Saudi. Namun, keluarga Kerajaan saat ini sedang mempertontokan kepada dunia sebuah perjalanan tur sebulan yang menghabiskan begitu banyak biaya, dan kunjungan Raja Salman baru-baru ini memperlihatkan bagaimana mewahnya kehidupan yang dinikmati keluarga kerajaan di tengah ekonomi sulit Saudi yang bertentangan dengan keadaan rakyatnya yang serba sulit. Perjalanan tur Raja dan rombongannya ini diklaim sebagai bentuk kunjungan kenegaraan dalam rangka memperkuat hubungan perdagangan dengan negara-negara Asia pada saat harga minyak tengah jatuh. (Baca: Perang Yaman Kutukan Bagi Dinasti Kerajaan Saudi)

Surat kabar AS ini juga mengungkapkan bahwa dalam perjalanan tur sebulan yang diklaim sebagai kunjungan kenegaraan Raja dan delegasi yang menyertainya juga mengandung unsur kepentingan pribadi dan keuntungan ekonomi, dimana mereka semua akan belanja dan tinggal di villa mewah, terutama karena uang yang digunakan adalah kekayaan keluarga kerajaan yang terkait dengan cadangan besar minyak dan aset lainnya yang diperkirakan lebih dari 1,4 triliun dolar AS dan hasil penjualan minyak yang memberikan miliaran dolar bonus setiap tahunnya, serta keistimewaan-keistimewaan yang diberikan kepada anggota keluarga kerajaan yang memiliki istana Perancis dan rumah-rumah Arab dan menyimpan uang di bank Swiss dan bersenang-senang di kapal Yatch terbesar di dunia sepanjang lapangan sepak bola dan jauh dari pandangan orang lain serta gaya-gaya hidup glamor dan mewah lainnya.

Surat kabar ini mengatakan bahwa ini bukan kali pertama Raja Salman memamerkan kemewahannya saat berkunjung ke suatu negara, pada tahun 2015 lalu, Raja Saudi membawa 1.000 orang rombongan untuk pergi ke pantai Riviera Perancis dalam liburan mewah ala Raja Saudi yang sempat memicu protes dari penduduk Perancis, karena akses ke salah satu pantai ditutup untuk publik dengan alasan menjaga privasi dan keamanan pihak Kerajaan Saudi. Selain itu penduduk setempat juga mengungkapkan kemarahannya karena pihak kerajaan Saudi menuangkan beton secara langsung di atas pasir pantai untuk membangun jalur pribadi dan lift, yang konstruksinya membutuhkan tiang pemancang beton di atas pasir dekat garis pantai. Sementara itu di tahun 2014, Raja Salman juga memantik kemarahan wisatawan setelah pemesanan tiga resort mewah di seluruh pulau Maladewa. (Baca: Pengkhianatan Putra Mahkota Saudi “Muhammad Bin Salman” kepada Rakyat)

Selain itu, Raja Salman juga memiliki 100 pengawal yang senantiasa mendampingi setiap kali keluarga kerajaan berpergian dan menguasai wilayah yang luas di atas kapal Yatch di Marbella Spanyol. Meskipun gaya hidupnya mewah dan ia banyak memberikan keistimewaan pada keluarga kerajaan namun ia banyak menangkap dan memenjarakan putri dan pangeran kerajaan. (Baca: Raja Salman Berlibur di Pantai Vallauris, Prancis)

Surat kabar New York Times melaporkan bahwa dalam perjalanan tur Asia nya, Raja Salman memulai kunjungannya ke negara Malaysia lalu ke Indonesia, yang merupakan kunjungan pertama kerajaan Saudi setelah 46 tahun yang lalu, dan setelah dari Indonesia rencananya rombongan Raja ini akan bertolak ke Brunei, Jepang, Cina dan Maladewa, dan perjalanan ini diklaim pihak Kerajaan sebagai bagian dari upaya kerajaan dalam diversifikasi ekonomi Saudi dan menarik investor Asia untuk membeli 5% saham perusahaan minyak Aramco milik Saudi. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: