Nasional

Netizen NU Jawab Klarifikasi Congkak Ustadz Abdul Somad Hina dan Lecehakan Nabi

#UASNistakanNabi

Rabu, 10 Januari 2018 – 08.29 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Berita tentang pelecehan Ustadz Abdul Somad kepada Nabi Muhammad SAW yang saat ini viral telah di klarifikasi oleh yang bersangkutan, namun klarifikasi Ustadz Abdul Somad tidak menjawab inti masalah. Iik Fikri Mubarok, seorang netizen NU dalam akun facebooknya memberikan kritikan pedas atas klarifikasi congkak Ustadz Abdul Somad terkait Nabi Muhammad SAW, berikut tulisannya:

Baca: Ceramah Blunder Ustad Abdul Somad yang Hina dan Lecehkan Nabi Muhammad

Membaca klarifikasi Abdul Shomad tentang Pidatonya di Acara HTI Riau membuat saya makin yakin bahwa perkataan Shomad yang penuh syubhat berisi penghinahan terhadap Kanjeng Nabi Muhanmad Saw dalam pidatonya tersebut adalah Faktor kesengajaan yang sudah disiapkan jauh-jauh hari sebelumnya, bukan karena faktor kesleonya lisan (Sabqul-lisan). Karena klarifikasi tersebut bukan berisi penejelasan tantang masalah hal yang sedang menjadi polemik namun justru klarifikasi tersebut berisi perkataan ngeles sambil dibarengi tidak merasa bersalah sedikitpun.

Dalam klarifikasinya Shomad juga hanya menjelaskan sesuatu pengetahuan yang umum yang sudah diketahui oleh halayak kaum muslim khususnya para Orang Pesantren.

Baca: WOW! Surat Kritik Terbuka Yusuf Muhammad Kepada Ustadz Abdul Somad

Dia menjelaskan bahwa Kehidupan Nabi SAW di bagi tiga Frase:

  1. Sebelum Diangkat Jadi Nabi (Dari Lahir sampe umur 40 tahun).
  2. Memasuki masa kenabian, 13 tahun dari mulai Wahyu Turun kepadanya (dari mulai Genap umur 40 tahun hingga umur 53 tahun)
  3. Masa khilafatun Nubuwah (umur 53 sampai dengan Wafatnya).

Penjelasan Somad diatas itu merupakan pengetahuan yang sudah umum diketahui oleh kaum muslim khususnya kaum Pesantren. Karena keterangan tersebut sudah banyak disebut diberbagai Kitab-kitab para Ulama.

Jadi klarifikasi Shomad itu belum bisa disebut klarifikasi sebab Somad sama sekali tidak menjelaskan pokok yang menjadi masalah munculnya Polemik yang dikeluarkan dari Lisan Syubhatnya, namun justru malah menjelaskan tentang ilmu yang sudah umum diketahui yang sama sekali tidak memberikan pengaruh terhadap syubhat dirinya.

Baca: Eko Kuntadhi Bongkar Fakta Dibalik Pemecatan Jurnalis Top Skor yang Kritik Somad

Dan anehnya dengan Congkak Somad tidak mengakui bahwa dirinya telah menghina Kajeng Nabi Saw dengan alasan Bahwa dirinya merupakan Alumnus Ilmu Hadits di Mesir. Sedangkan Protes dari Umat islam Khsusnya Para Kaum Pesantren yang paham akan Kesyubhatan Shomad sampai tidak terhitung.

Tak satupun Ulama dari Mulai Zaman sahabat Kanjeng Nabi SAW hingga sekarang yang mengatakan bahwa selama dua frase Kehidupan Kanjeng Nabi, beliau tidak bisa mewujudkan Islam Rahmatan Lil’alamien. Namun orang yang telah mengaku sebagai Alumnus Fakultas Ilmu Hadits di Mesir itu dengan entengnya mengatakan bahwa dua Frase kehidupan Nabi Muhammad SAW yang tidak bisa mewujudkan Islam Rahmatan Lil’alamien. Astaghfirullahal’adziem.

Apakah Shomad yang telah mengaku Alumnus Ilmu Hadits tidak paham bahwa Islam dengan Rahmatan Lil’alamien tidak bisa dipsahkan?. Apakah Alumnus Fakultas ilmu Hadits itu gagal paham bahwa Rahmatan Lil’alamien itu adalah Merupakan Fithrah dari islam itu sendiri?.

Oleh karena antara Rahmatan Lil’alamien tidak bisa pisahkan dengan Islam, maka ketika Shomad mengatakan Bahwa Kanjeng dalam dua Frase Kehidupannya tidak bisa mewujudkan Islam Rahmatan Lil’alamien, maka itu sama halnya dengan Shomad mengatakan bahwa islamnya Kanjeng Nabi saw Dalam dua Frase tertolak. Sebegitu menggebunya kah dia untuk mendapat sanjungan dari HTI sehingga ia sampai rela meceburkan dirinya dalam kubangan syubhat yang sedemikian besar?. (SFA)

Sumber: Akun Facebook Iik Fikri Mubarok

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: