Fokus

Netizen: Lagu Usang Simpatisan ISIS

Minggu, 02 Juli 2017 – 15.00 wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Teroris ISIS semakin terdesak di beberapa negara, khususnya di Suriah dan Irak, saat ini mereka konsentrasikan ekspansinya ke Asia, khususnya Indonesia, mereka sebarkan kampanye-kampanye provokasi dan kebusukan, seperti isu Syiah, isu PKI, anti asing dan kembali kepada Qur’an dan Hadis, itulah lagu usang simpatisan ISIS. (Baca: Menkopolhukan ‘Luhut Pandjaitan’ Semprot Kivlan Zein Soal Isu PKI)

Salah satu tokoh media sosial muda dan juga pengamat muda tentang Timur Tengah Ahmad Zainul Muttaqin menulis opini tentang Delusi kelompok teroris ini, berikut tulisannya:

Tahukah anda golongan manusia yang radiasi kejahilannya mampu menjangkau Galaksi Andromeda yang berjarak 2.5 juta tahun cahaya?

Mereka adalah yang selalu berteriak-teriak PKI, Syi’ah, Aseng dll, sementara melupakan ISIS yang ancamannya sudah di depan mata. Segenap fakta peristiwa bom berjilid-jilid yang menargetkan berbagai fasilitas dan aparat negara di negeri ini hanya bagai angin lalu di mata mereka. Semua ditutupi oleh lagu usang “pengalihan isu” oleh makhluk-makhluk menyedihkan ini. Bahkan ISIS yang sudah beraksi di Marawi Filipina yang hanya tinggal menyeberang laut kemari pun sepertinya sama sekali bukan ancaman di mata mereka. (Baca: Potret Sadis Teroris di Marawi Filipina)

Ya, sekutu tidak akan pernah dianggap ancaman. Di sisi lain mereka meneriakkan berbagai delusi kebangkitan PKI, yang sampai hari ini bila ditantang untuk menunjukkan kantor atau tempat berkumpul PKI pun tidak mampu. Sebaliknya hanya sibuk berdelusi dibalik simbol-simbol lurus melengkung di uang baru yang dikeluarkan BI. Saya sudah kehabisan kata-kata untuk golongan ini. Saya yakin untuk manusia sejenis ini para alien di Galaksi Andromeda pun beristighfar.

“I still can’t believe that this kind of stupidity exists”. Saya masih tidak bisa mempercayai bahwa jenis kebodohan seperti ini ada. Dan hebatnya suara mereka sangat lantang.

Sydney Jones dari Institute for Policy Analysis of Conflict pada Januari 2016 mengeluarkan estimasi ada sekitar 500 hingga 700 anggota ISIS yang berasal dari Indonesia baik yang menjadi militan atau sekedar hijrah ingin hidup dibawah naungan negeri yang mereka sebut “Daulah Islamiyah”.

Apa 500 hingga 700 WNI yang sudah terkontaminasi virus ISIS bahkan sudah jelas-jelas bergabung dengan ISIS ini bukan ancaman bagi NKRI dibanding delusi logo “palu arit” di uang baru? Belum lagi jika kita membahas pernyataan Panglima TNI Gatot Nurmantyo bahwa sel-sel tidur ISIS tersebar di hampir seluruh provinsi di Indonesia, yang siap bangkit kapanpun. (Baca: Ahmad Zainul Muttaqin: WN ISIS Asal Indonesia Adalah Pengkhianat Bangsa)

Apa ini bukan ancaman? Kalau anda menganggap mereka bukan ancaman dan hanya PKI yang merupakan ancaman disarankan anda segera mendatangi Psikiater dan minta pil antipsikiotik untuk mengobati delusi dan halusinasi akut anda, yang bisa jadi salah satu pemicunya karena terlalu sering membaca FP Jonru dan Front Pembela Islam.

Saya jadi teringat dengan liputan Jenan Moussa reporter perang Al Aan TV yang berbasis di Dubai 5 hari yang lalu ketika meliput kondisi kamp pengungsian warga Suriah yang menyelamatkan diri dari Raqqa yang dikuasai ISIS. Ia menemukan beberapa keluarga asal Indonesia disana namun mereka menolak diajak bicara. Satu-satunya yang mereka katakan hanya, “We are victims of ISIS” (Kami adalah para korban ISIS).

Moussa mengatakan ketika para pengungsi Suriah mendengar para WNI tersebut mengklaim diri sebagai “korban ISIS”, para pengungsi wanita Suriah ingin menampar mereka lalu berteriak, “Apa yang kalian lakukan di negara kami? Kalian bertanggung jawab atas penderitaan kami.”

Kejadian sempat ricuh sehingga para keluarga WNI yang hijrah untuk ISIS ini dipisahkan oleh SDF (Syrian Democratic Forces) di pojok yang terpisah karena para pengungsi Suriah ingin sekali menghajar mereka.

Apa yang anda pelajari? Pernahkah Jonru memberitakan ini? Pernahkah FPI membahas ini? Atau mungkin sang Imam Besar yang tak kunjung pulang dan pernah berorasi membela ISIS itu pernah membahas ini? Pernahkah para anggota DPR yang tak kunjung menyelesaikan revisi UU Anti-Terorisme itu membahas ini? (Baca: HTI, PKS, Wahabi Sebarkan Isu Anti Nasionalisme-Toleransi Untuk Hancurkan NKRI)

Ahh sudahlah.. saran saya buat orang-orang itu, hiduplah di dunia nyata. PKI sudah terkubur lama, jangan kau bangkitkan bangkai itu dengan delusimu, sementara zombie-zombie yang berkeliaran kau lupakan karena mereka adalah teman-temanmu. Jadi kapan delusimu sembuh?. (SFA)

Sumber: Akun Facebook Ahmad Zainul Muttaqin

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: