Fokus

Netizen: Lagu Toleran Deen Assalam ‘Tampar’ Wajah Simpatisan PKS

JAKARTA – Ahmad Zainul Muttaqin dalam akun Facebooknya mengungkapkan betapa lagu Toleransi Deen Assalam yang dinyanyikan Nissa Sabyan sangat diminati oleh kader PKS namun mereka hanya menyukai lagu ini tapi tidak mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari, beikut ulasannya:

DEEN ASSALAM

Muslim Indonesia terhipnotis dengan lagu “Deen Assalam” Nissa Sabyan. Lagu yang covernya di Youtube meraih 12,8 Juta viewers hanya dalam 7 hari dan sudah berhari-hari menjadi Trending No. 1 di Youtube. Lagu ini populer di kalangan muslim tak kenal apapun mazhabnya. Teman saya yang simpatisan PKS dan rajin mendebat saya di WA dan menuduh saya liberal pun senang banget dengan ni lagu ga pake ampun-ampunan bahkan ngaku teman-temannya sering memutarnya di liqo’. LOL

Baca: Ahmad Zainul Muttaqin: Jokowi Lelaki Tangguh

Oke, bukan Nissa Sabyan yang ingin saya bahas, tapi lagu fenomenal ini. Mungkin mayoritas publik Indonesia baru mendengar lagu ini 7 hari terakhir sejak lagu ini dicover Sabyan, tapi saya sudah mendengar lagu ini sejak 3 tahun lalu saat dibawakan penyanyi aslinya remaja bernama Sulaiman al Mughni yang aslinya adalah lagu iklan Boubyan Bank (Bank Nasional Kuwait).

Mungkin teman saya si simpatisan PKS (tapi ga mau ngaku ini) yang selalu teriak PKI, Komunis, Cebong, Aseng dan Anti Liberal tersebut perlu mentadaburi lagu yang disetelnya berhari-hari daripada sekedar mendengar tanpa paham artinya. Di awal lagu mengalun bait-bait yang indah:

Baca: Oknum Politisi dan teroris “Bekerjasama” Serang Pemerintahan Jokowi

“Killa haziil ardh maa takfiimasakhah law na’isyib la samakhah” (seluruh bumi ini akan terasa sempit jika kita hidup tanpa TOLERANSI)

“Abtakhiyaah wabsalaam ansyuruu ahlal kalaam zainu dinyakhtirom” (melalui perilaku mulia dan damai, sebarkanlah dengan ucapan manis, hiasilah dunia dengan sikap hormat)

“Ammakhabbaah wabtisaam ansyuruu bainil anam hadzahuu diinis salaam” (dengan cinta & senyuman, sebarkanlah di antara insan, inilah Islam agama perdamaian).

Saya sendiri heran kenapa dia suka sekali dengan lagu ini. Dari kebiasaannya yang sedikit-sedikit teriak Aseng, PKI, penistaan agama, kafir dll seharusnya lagu ini sangat dia benci. Masa disuruh toleransi? Toleransi kan jargon kaum Liberal. Masa ucapan manis? Orang kafir kan perlu diberi pelajaran dengan demo-demo keras! Masa Islam agama perdamaian? Harusnya disenggol dikit, dikit-dikit penistaan.

Baca: ‘Teroris’ dan PKS Benci Jokowi, Ini Penjelasan Denny Siregar

Tapi syukurlah Nissa Sabyan bisa membantu menyebarkan pesan Toleransi lewat lagu cover-nya ini, yang dalam 3 tahun penyanyi aslinya saja hanya mampu meraih 11,1 Juta viewers, sedangkan dia hanya dalam 7 hari sudah meraih 12,8 Juta viewers.

Kalau gitu ayo kawanku kader PKS, coba camkan baik-baik pesan lagu ini, bukan cuma tergila-gila karena ini lagu Arab yang iramanya enak, apalagi cuma karena tergila-gila pada penyanyinya.

Ayo ya akhi nyanyikan lagu ini dari awal. Lalu terdengar alunan cempreng… “Killa haziil ardh maa takfii masahah…”

Baca: Membongkar Ideologi PKS

Stop stop! Kata “Masahah” itu pakai ح bukan هـ. Makhraj huruf yang keluar harus dari wasthul halqi (pertengahan tenggorokan) bukan asyqal halqi (pangkal tenggorokan). Oke cukup ya akhi. Lebih baik nyanyi lagu yang cocok bagi kalian. “Bojo Loro”, “Madu Tiga” atau apalah.. (SFA)

Sumber: Akun Facebook Ahmed Zain Oul Mottaqin

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: