Fokus

Netizen: Do’a Politik Tak Sopan Mantan Presiden PKS Tifatul Sembiring Sindir Jokowi-JK

Kamis, 17 Agustus 2017 – 07.58 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Tokoh media sosial dan seorang Netizen Muhammad Zazuli dalam akun facebooknya menulis tentang “Do’a politik tak sopan mantan presiden PKS sindir Jokowi-JK”, berikut tulisannya:

PIDATO POLITIK ALA PENTHOL KOREK

Tahun lalu Muhammad Syafi’i anggota DPR dari Fraksi Gerindra menyerang Jokowi melalui doa dalam sidang tahunan MPR dengan kata-kata: “Jauhkan kami dari pemimpin yang khianat yang hanya memberikan janji-janji palsu, harapan-harapan kosong, dan kekuasaan yang bukan untuk memajukan dan melindungi rakyat ini, tapi seakan-akan arogansi kekuatan berhadap-hadapan dengan kebutuhan rakyat. (Baca: Denny Siregar: Inilah Perang Politik PKS di Indonesia)

Ya Allah, lindungilah rakyat ini, mereka banyak tidak tahu apa-apa. Mereka percayakan kendali negera dan pemerintahan kepada pemerintah. Allah, kalau ada mereka yang ingin bertaubat, terimalah taubat mereka ya Allah. Tapi kalau mereka tidak bertaubat dengan kesalahan yang dia perbuat, gantikan dia dengan pemimpin yang lebih baik di negeri ini Ya Allah.”

Hari ini juga dalam agenda sidang tahunan MPR, Tifatul Sembiring, anggota MPR dari Fraksi PKS yang sekaligus juga adalah mantan Menteri Komunikasi dan Informatika di era SBY dan juga pernah menjadi Presiden Partai PKS juga menyindir Jokowi-JK melalui pidato doa dengan kata-kata: “Gemukkanlah badan beliau karena kini terlihat semakin kurus. Padahal tekad beliau dalam membangun bangsa dan negara ini tetap membaja untuk maju terus agar menjadi bangsa yang adil, makmur, sejahtera.” Pada bagian yang menyebut Wapres JK tergolong tua, dia mengatakan: “Meskipun usia beliau sudah tergolong tua, tapi semangat beliau masih membara.”

Sekali lagi ini adalah bukti bahwa betapa PKS adalah partai yang selalu menjual agama dan memanfaatkan hal-hal yang berbau agama demi ambisi kelompok dan kepentingan politik saja. Bisa dikatakan doa politis tadi adalah suatu sikap penghinaan dan kurang menghargai Presiden sebagai kepala negara dan simbol negara sekaligus penistaan terhadap Tuhan dan agama karena telah menjadikan doa yang seharusnya bersifat suci dan sakral serta dilakukan dengan tulus, ikhlas, tawadlu dan sungguh-sungguh tapi hanya dijadikan sebagai sarana untuk menyerang/menyindir lawan politik. (Baca: HTI, PKS, Wahabi Sebarkan Isu Anti Nasionalisme-Toleransi Untuk Hancurkan NKRI)

Siapapun tahu bahwa kader PKS dari atas sampe yang kroco terkenal suka menghina Jokowi dengan sebutan ceking, kerempeng, kurus, ndeso, plonga-plongo, boneka, pinokio dan ora biso opo-opo.Sebagai partai agama PKS telah sukses mempermalukan agama dan menjadikan agama sebagai badut dan bahan tertawaan orang. Sebagai muslim waras saya sungguh merasa malu.

Masih segar di ingatan kita betapa orang ini juga sering menyebar hoax sebagai perwujudan dari doktrin mereka “Menyebar hoax & fitnah adalah sebagian dari iman”. Di twitter dia pernah menyebar hoax tentang kemenangan PKS di luar negeri dengan twit-nya yang berbunyi: “Alhamdulillah PKS sapu bersih TPS luar negeri. Allahu Akbar”. (Baca: PKS Ikhwanul Muslimin Indonesia Berfaham Aliran Sesat Wahabi)

Dia juga suka mengunggah foto-foto palsu dan hoax tentang tragedi di Aleppo, Suriah.

Pernah juga dia memposting ujaran kebencian terhadap kaum LGBT dengan memposting sesuatu yang bersifat mendukung pembunuhan untuk kaum LGBT (saya sendiri bukan pendukung LGBT tapi saya juga tidak setuju pembunuhan yang sewenang-wenang terhadap kaum LGBT).

Tweet TS

Yang terakhir heboh adalah dia ketahuan ternyata follower salah satu akun porno.

Padahal prestasi kerjanya semasa menjabat Menteri di era SBY juga kurang bagus. Hal ini terbukti dari ratusan onggokan mobil-mobil Internet Layanan Kecamatan yang kini hanya jadi rumah bagi curut, kecoak dan semut.

Hingga kini ratusan mobil tersebut dibiarkan mangkrak begitu saja terbengkalai sampai karatan meskipun didanai dari uang rakyat dan negara. Jadi sudah jelas kan seperti apa gambaran tentang kaum Penthol Korek itu?. Salam Waras. (SFA)

Sumber: Akun Facebook Muhammad Zazuli

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: