Artikel

Netizen: Artikel Super, Apa Agama Pilot?

Agama

Kamis, 29 Maret 2018 – 11.30 Wib,

SALAFYNEWS.COM, SURABAYA – Dalam Akun Facebook Lia Subiakto terdapat sebuah tulisan menarik tentang “Apa Agama Pilot”, tulisan yang sangat menarik sekali berikut tulisannya:

Mengikuti rekomendasi seorang teman saya, belakangan ini saya menyukai Sriwijaya Air untuk perjalanan rutin Bali – Jakarta.

Baca: Iyyas Subiakto: Kebiadaban Travel Pemalak

Ada yang menarik, di setiap menjelang lepas landas, Para penumpang diajak berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan Agama dan kepercayaan masing-masing dalam satu Ruang yang Sama, Seolah Cabin Pesawat itu menjadi Masjid, Gereja, Pura atau Vihara bagi Penumpang sesuai dengan Agamanya masing-masing, berdoa bersama tanpa Batas.

Kalau penerbangan mulus-mulus saja, ajakan ini barangkali bermakna biasa-biasa saja. Kalau cuaca buruk, doa menjadi tumpuan harapan untuk menguatkan keyakinan akan Keunggulan Teknologi Penerbangan dan Kompetensi Pilot, Kopilot, serta pemandu penerbangan yang ada di bandara.

Baca: Ketua Alsyami: Politisasi Masjid Awal Kehancuran Timur Tengah

Dalam suatu penerbangan malam ke Cengkareng dari Denpasar bulan Januari lalu, pesawat mendarat di tengah hujan lebat setelah sebelumnya putar-putar di langit berawan tebal karena bandara tidak aman untuk didarati. Situasi sangat mencekam. Belum pernah saya merasakan keringat dingin getir seperti itu. Ternyata saya juga takut mati, walau selalu pasrah. Di sekeliling saya sebagian besar penumpang memejamkan mata. Dari gerak tangan, banyak yang tampak berdoa. Nama ALLAH juga disebut-sebut.

Ternyata manusia-manusia yang berbeda agama bisa berdoa bersama. Pesawat terbang adalah salah satu dari begitu banyak Ruang Publik yang tidak mempersoalkan Agama. Di ‘boarding pass’ tidak ada kolom agama. Walau harus tunjukkan kartu identitas, seringkali KTP, kolom agama tidak dibahas. Dan, saya belum pernah mendengar ada calon penumpang yang bertanya, “Pilotnya Agama apa?” Padahal, kalau keselamatan penerbangan adalah wujud terkabulnya permohonan kepada Tuhan, karunia keselamatan itu terjadi lewat pilot yang kita tidak ketahui namanya, pilot yang kita doakan tanpa kita ketahui agamanya, pilot yang tidak kita adili kualitas moralnya menggunakan ajaran moral agama kita. Belum pernah juga ada yang menolak naik pesawat terbang gara-gara pesawat terbang dibuat oleh orang-orang yang tidak seagama. Saat duduk di kursi pesawat, kita yakin semua pemangku kepentingan melakukan kewajibannya dengan kehendak baik untuk menjamin keselamatan penerbangan.

Baca: Ulama Fallujah: Kedok Busuk Teroris Tegakkan Syariat Ala Mereka Bukan Ala Islam

Saya mungkin ada di golongan para naif, mendambakan kehidupan beragama seperti di dalam pesawat terbang.

Kita memilih menggunakan pesawat karena yakin akan profesionalisme dunia penerbangan, komitmen maskapai pada keselamatan, kecakapan pilot, kopilot serta awak-awak pesawat, bukan karena agama. Mungkin saya naif jika berharap Agama dikembalikan ke tempatnya yang suci, sebagai suluh perilaku, bukan sekedar identitas pengkotak-kotakan masyarakat yang rentan dijadikan tunggangan untuk merebut Kuasa dan Sumber-sumber ekonomi.

NB: Semoga apa yang tertulis ini bisa mendatangkan manfaat bagi terjaganya sikap toleransi untuk saling menghormati walau berbeda keyakinan. (SFA)

2 Comments

2 Comments

  1. Pingback: Inilah Taktik Busuk Abu Tours Cari Mangsa | SALAFY NEWS

  2. Pingback: Tengku Said Irfan Assegaf Pro HTI, Terorisme | SALAFY NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: