Headline News

Netanyahu Sambut Trump dalam Perjalanan Pertamanya ke Israel

Selasa, 23 Mei 2017

SALAFYNEWS.COM, TEL AVIV – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara pribadi telah menyambut Presiden AS Donald Trump pada kunjungan pertamanya ke Israel.

Trump dan istrinya, Melania, tiba di Bandara Internasional Ben Gurion di Tel Aviv pada hari Senin dan disambut oleh Netanyahu beserta istrinya di atas karpet merah dengan sebuah upacara penyambutan besar, yang dihadiri oleh semua menteri Israel.

Selama 28 jam, Trump diharapkan dapat mengatur agar usaha pemerintahannya dapat menyelesaikan konflik Israel-Palestina.

Berbicara saat tiba, Trump menggambarkan perjalanan tersebut sebagai “kesempatan langka” untuk membawa perdamaian kembali ke wilayah tersebut dan menegaskan bahwa dia berada di sana untuk “menegaskan kembali ikatan yang tidak dapat dipisahkan” di antara kedua sekutu tersebut.

Netanyahu mengatakan pada hari Minggu bahwa pembicaraannya dengan Trump seputar penguatan “aliansi pertama dan terkuat dengan AS.”

“Kami akan memperkuat hubungan keamanan, yang akan menguat setiap hari, dan kami juga akan membahas cara untuk mewujudkan perdamaian,” tambahnya.

Sebelum mengadakan pembicaraan, Trump akan mengunjungi Yerusalem Timur al-Quds. Dia juga akan menjadi Presiden AS pertama yang mengunjungi Tembok Barat, sebuah sisa dinding penahan dari kompleks yang dikenal oleh umat Islam sebagai al-Haram al-Sharif (Tempat Suci) dan orang-orang Yahudi sebagai Bukit Bait Suci.

Didampingi oleh penasihat senior dan menantu Jared Kushner dan utusan Timur Tengahnya, Jason Greenblatt, kepala negara Amerika dijadwalkan bertemu dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada hari Selasa.

Awal bulan ini, Trump bertemu dengan Abbas di Gedung Putih dan berjanji akan menjadi perantara “kesepakatan akhir” untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina.

“Ini adalah sesuatu yang menurut saya sejujurnya mungkin tidak sesulit yang dipikirkan orang selama ini,” katanya saat itu.

PM Israel telah memerintahkan semua menteri kabinetnya untuk menghadiri upacara tersebut, setelah mengetahui bahwa beberapa dari mereka berencana untuk melewatkan acara tersebut.

Sementara di Arab Saudi, Trump menandatangani kesepakatan senjata senilai $ 110 miliar dengan Riyadh, yang membuat marah beberapa menteri Israel dan pejabat militer yang mengkhawatirkan hal itu akan merusak posisi Israel yang dianggap memiliki kekuatan militer paling kuat di Timur Tengah. [Sfa]

Sumber: PTV.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: