Headline News

Netanyahu Akui Hubungan “Gelapnya” dengan Negara-negara Arab

Kamis, 07 September 2017 – 06.55 Wib,

SALAFYNEWS.COM, TEL AVIV – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memuji “terobosan” rezim Israel dalam hubungannya dengan negara-negara Arab, dengan mengklaim bahwa “banyak peningkatan kerjasama” yang belum dapat dipublikasikan pada masyarakat.

Baca: Netanyahu: “Mayoritas Negara Arab Tak Anggap Kami Sebagai Musuh”

Netanyahu mengatakan pada hari Rabu bahwa hubungan tersebut belum mencapai tingkat yang harus diakui negara-negara Arab di depan umum.

“Apa yang sebenarnya terjadi dengan (negara-negara Arab) tidak pernah terjadi dalam sejarah kita, bahkan ketika kita menandatangani kesepakatan,” Netanyahu mengatakan kepada para diplomat Israel pada sebuah pertemuan Tahun Baru Yahudi di Kementerian Luar Negeri di Yerusalem al-Quds.

Kerjasama antara Israel dan negara-negara Arab ada “dalam berbagai cara dan tingkat yang berbeda,” meskipun masih tidak terlihat di atas permukaan, katanya. Perdana menteri Israel sebelumnya pada awal tahun ini, mengatakan bahwa negara-negara Arab tidak menganggap Israel sebagai musuh mereka lagi.

Baca: Netanyahu: “Mossad” Bantu Kembangkan Hubungan Dengan Negara-Negara Arab

Sebagian besar pemerintah Arab tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel. Meski begitu, laporan mengindikasikan bahwa beberapa di antaranya, termasuk Arab Saudi, telah memiliki hubungan rahasia dengan Tel Aviv.

Mengutip sumber Arab dan Amerika yang tidak disebutkan namanya, The Times melaporkan pada bulan Juni bahwa Arab Saudi dan rezim Israel melakukan perundingan rahasia untuk membangun hubungan ekonomi resmi untuk pertama kalinya sejak entitas tersebut dibentuk di wilayah Palestina sekitar 69 tahun yang lalu.

Membentuk hubungan ekonomi antara dua, secara bertahap, dapat dimulai dengan membiarkan perusahaan Israel membuka perusahaan di kerajaan Arab, atau memberikan izin El Al Israel Airlines Ltd. untuk terbang di atas wilayah udara Saudi, kata laporan tersebut.

Baca: Inilah Operasi Rahasia Zionis Israel di Jantung Arab dan Islam

Pada tanggal 22 Juni, Menteri Transportasi dan Intelijen Israel Yisrael Katz mendesak Raja Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud mengundang Netanyahu ke Riyadh dalam rangka membangun hubungan diplomatik, dan menyerukan menciptakan “akses terhadap Iran” bersama dengan Saudi.

Katz juga menggambarkan Pangeran Mahkota Saudi Mohammed bin Salman Al Saud sebagai “orang yang dinamis” dan “inisiator,” yang perlu dikirim ke wilayah pendudukan untuk melakukan pembicaraan dengan Israel. (SFA)

Sumber: PTV

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: