Headline News

NEKAT! Tentara AS Perang dengan Pasukan Rusia di Manbij Suriah

Kamis, 09 Maret 2017 – 15.40 Wib,

SALAFYNEWS.COM, SURIAH – Situs berita Israel mengungkapkan bahwa presiden Amerika Donald Trump telah memperingatkan akan kemungkinan pecahnya pertempuran antara pasukan negaranya dengan pasukan militer Rusia di Suriah utara. (Baca: Assad: Darah Tentara Rusia di Suriah Tak Dapat Dinilai dengan Uang)

Situs Debka File mengatakan bahwa “Donald Trump telah menelepon perdana menteri Israel Benyamin Netanyahu pada hari senin kemarin (06/03) dan memperingatkannya akan kemungkinan pecahnya pertempuran antara pasukan Amerika dengan pasukan Rusia di Suriah utara”.

Situs ini menjelaskan bahwa “Trump menelepon Netanyahu saat interogasi terakhir oleh polisi di rumahnya dan ia memfokuskan pembicaraan pada kemungkinan terjadinya pertempuran antara pasukan AS dan pasukan Rusia di Manbij”.

Diketahui percakapan telepon ini berlangsung dua hari sebelum kunjungan Netanyahu ke Moskow untuk melakukan pembicaraan dengan presiden Putin. (Baca: Analis: Keberanian Suriah dan Kegagalan Zionis Israel Provokasi Assad)

Sementara itu, situs Debka fille mengutip dari sumber-sumber militer yang mengatakan bahwa “kekuatan lapis baja AS telah sampai di pinggiran kota Manbij di Suriah utara ketika pasukan Rusia telah bersiap-siap untuk memasuki kota ini yang terletak di provinsi Aleppo”.

Sumber tersebut menyebutkan bahwa “pemerintahan Trump telah memperingatkan presiden Rusia Vladimir Putin jika pasukan Rusia berani bergerak maju ke arah Manbij maka pasukan Rusia akan berhadapan dengan pasukan AS”, seperti dilansir Mepanorama (08/02).

Sumber ini mengungkapkan bahwa “langkah yang diambil oleh Gedung Putih ini menegaskan bahwa pemerintahan Trump telah mengambil aksi militer pertama secara langsung di Suriah untuk memutus akses meluasnya pasukan Rusia di Suriah utara”. (Baca: Analis: Kehadiran Iran di Suriah Bikin Emosi Israel)

Sumber ini menambahkan bahwa “pasukan Rusia yang tersebar di berbagai wilayah di Suriah terdiri dari skuad dari pasukan komando Chechnya yang dikrim dari Moskow tiga bulan lalu”. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: