Amerika

NEKAT! 2 Pesawat China Cegat Pesawat Patroli AS di Laut Cina Selatan

Minggu, 28 Mei 2017 – 03.10 Wib,

SALAFYNEWS.COM, AMERIKA – Kementerian Pertahanan AS (Pentagon) pada hari jumat (26/05) mengumumkan bahwa dua pesawat tempur milik China telah mencegat sebuah pesawat patroli milik Angkatan Laut AS dengan pendekatan yang berbahaya di atas laut Cina selatan pada hari rabu (24/05). (Baca: China-Rusia Hancurkan Dominasi Militer AS)

Ini adalah insiden kedua yang terjadi dalam dua minggu yang terjadi di wilayah yang masih disengketakan ini, di mana perairannya dan wilayah udaranya sering ramai dengan kapal-kapal dan pesawat-pesawat China dan AS yang saling mengamati satu sama lain.

Kementerian AS menjelaskan bahwa dua pesawat tempur milik China berjenis J-10 telah mencegat pesawat patroli AL AS berjenis P-3 Orion dengan cara yang tidak profesional dan berbahaya. Juru bicara Departemen Pertahanan AS Gary Ross mengatakan bahwa pesawat AS tersebut mampu menyelesaikan perjalanannya tanpa masalah setelah insiden tersebut. (Baca: Amerika Khawatirkan Pengaruh China di Kawasan Asia dan Timur Tengah)

Sebelumnya pada hari kamis (25/05), kapal perang AS yang melintas di dekat pulau kecil yang diklaim kedaulatannya oleh Beijing di Laut Cina Selatan telah memicu kemarahan pemerintah China karena aksi nekat kapal perang USS Dewey yang berlayar dalam jarak 12 mil laut dari kepulauan yang diklaim China itu dianggap melanggar klaim teritorial China.

Seorang pejabat AS mengatakan bahwa berlayarnya kapal tersebut bertujuan untuk membela kebebasan navigasi “Freedom Navigation” di perairan yang disengketakan.

Kebebasan navigasi oleh kapal perang AS dengan melanggar wilayah kepulauan yang diklaim China  ini merupakan konflik pertama yang dilakukan oleh militer AS dalam hubungan bilateral sejak pertemuan presiden Xi Jinping dengan Donald Trump bulan lalu di Florida. Hal ini adalah yang pertama yang dlakukan oleh militer AS di masa pemerintahan Trump. (Baca: Militer Cina Sediakan ‘Pelatihan Medis’ Untuk Militer Suriah)

Pulau kecil yang dikenal dengan nama “Aongshaw” yang menjadi bagian dari kepulauan Spratly di Laut Cina Selatan telah diklaim kedaulatannya oleh China hampir seluruh wilayahnya, termasuk wilayah-wilayah yang sangat dekat dengan pantai di sejumlah besar negara di wilayah bagian Asia tenggara. (SFA)

Sumber: Arabic.SputnikNews

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: