Headline News

Negara Arab Upayakan Kudeta Baru di Timur Tengah Untuk Alihkan Isu Palestina

Selasa, 28 Februari 2017 – 04.40 Wib,

SALAFYNEWS.COM, TIMUR TENGAH – Mohammed al-Hindi pejabat hubungan internasional dalam gerakan Jihad al-Islami dan anggota biro politik pada hari sabtu (25/02) mengatakan bahwa negara-negara Arab membantu dalam mewujudkan upaya kudeta terbaru di Timur Tengah untuk mengalihkan isu Palestina. (Baca: Netanyahu: “Mayoritas Negara Arab Tak Anggap Kami Sebagai Musuh”)

Al-Hindi mengatakan bahwa ada upaya terselubung dari pembentukan koalisi di antara negara-negara Arab dan Israel untuk mencapai kepentingan tersendiri di wilayah kawasan.

Dia menambahkan bahwa “Israel adalah musuh semua pihak, karena ia adalah menjalankan proyek hegemoni di wilayah kawasan, terutama mengingat situasi lokal dan regional yang ada dan kegagalan pemerintah Palestina dalam forum-forum dan berkas-berkas, dan keyakinan beberapa pihak bahwa Israel tidak dapat dijadikan sekutu bagi siapapun”. (Baca: Untuk Pertama Kalinya Bendera Israel Berkibar di Negara Arab)

Ia menunjukkan bahwa upaya untuk mengunci dokumen Palestina secara internasional dilakukan oleh beberapa negara Arab untuk mewujudkan kepentingan mereka di kawasan. Ia menambahkan bahwa “isu Palestina akan tetap terangkat bagi semua orang dan bukan hanya bagi rakyat Palestina saja dan isu ini akan mengarahkan semua orang ke arah musuh bersamanya yakni Israel dan bukan hanya musuh bagi Palestina saja”. (Baca: AS Sengaja Jadikan Iran Momok Menakutkan Bagi Negara-Negara Arab)

Ia menambahkan bahwa “Kami menyadari situasi yang menyedihkan di wilayah kawasan dan kami ingin mempertahankan peran dan tugas kami, dan peran kami berbenturan dengan proyek Zionis dalam hal apapun, dan kami tidak akan membuat Zionis beristirahat dan berupaya untuk mewujudkan beberapa ide yang telah dikalahkan yang tersebar saat ini”.

Ia juga mengatakan bahwa negaranya menolak solusi dua negara dan berpegang dengan pilihan perlawanan untuk membebaskan seluruh Palestina. Ia juga menyerukan kepada otoritas Palestina untuk meninggalkan fatamorgana negosiasi dan kedamaian dan tidak menunggu sikap atau kebijakan AS untuk mendukungnya karenaTrump dan Netahanyu akan menjalankan proyek Zionis di wilayah kawasan. (Baca: Netanyahu: “Mossad” Bantu Kembangkan Hubungan Dengan Negara-Negara Arab)

Ia mengatakan sesungguhnya yang diperlukan oleh pemerintah Palestina adalah menolong dirinya sendiri setelah mereka kehilangan banyak kesempatan untuk mengalahkan Israel secara internasional. Ia juga menyerukan agar dunia internasional berupaya untuk mewujudkan tuntutan Palestina dengan menyelesaikan rekonsiliasi dan kembali membangun organisasi yang mengupayakan pembebasan Palestina dengan fondasi yang sudah disepakati. (SFA)

Sumber: Mepanorama

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: