Fokus

Nama Fahri & Fadli Muncul di Sidang Kasus Pajak, KPK Segera Tindak Lanjuti

Rabu, 22 Maret 2017 – 01.25 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal akan menindaklanjuti munculnya nama dua pimpinan DPR, Fahri Hamzah dan Fadli Zon, dalam persidangan kasus pengurusan pajak dengan terdakwa Ramapanicker Rajamohanan Nair. Selain Fahri dan Fadli, nama artis Syahrini dan Eggi Sudjana juga disebut oleh jaksa pada persidangan kemarin. (Baca: Fahri Hamzah Si Mulut Besar “Agen PKS”)

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, nama-nama tersebut sebetulnya sudah ada dalam dokumen yang disita penyidik dalam proses penyidikan kasus suap Country Director PT EK Prima (EKP) Rajamohanan.

Rajamohanan didakwa menyuap Kasubdit Bukti Permulaan Direktorat Penegakan Hukum Ditjen Pajak Kementerian Keuangan Handang Soekarno. Disebutnya nama-nama itu, menurut Febri, merupakan klarifikasi dari jaksa kepada saksi-saksi yang kemarin dihadirkan. (Baca: Ketua KPK Ungkap Sedang Sidik Kasus Baru Yang Jauh Lebih Besar dari E-KTP)

“Tentu saja di persidangan dokumen tersebut ditampilkan, tanyakan ke yang bersangkutan. Apa memang benar dokumen itu? Jadi, klarifikasi ke saksi,” kata Febri, di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa 21 Maret 2017. (Baca: KPK, PKS dan Wanita Cantik 18+)

Febri menambahkan, selain proses persidangan, kasus ini juga masih berjalan dengan agenda penyidikan terhadap Handang Soekarno. Ia menyebut, dalam waktu dekat, perkara Handang juga bakal dilimpahkan ke pengadilan.

Namun begitu, KPK masih belum akan memanggil nama-nama yang terungkap di persidangan kemarin. KPK masih akan mendalami perkara terkait indikasi suap pajak PT EKP.

“Sampai saat ini nama tersebut belum akan kita panggil, baik dalam penyidikan RRN ataupun HS. Kami fokus dulu untuk membuktikan indikasi suap PT EKP,” kata Febri. (Baca: Balas Dendam!! Fahri Hamzah Bongkar Kebejatan Kader PKS)

Nama Fahri, Fadli, dan Syahrini disebut jaksa KPK Takdir Suhan, Senin 20 Maret saat menunjukkan barang bukti berupa dokumen yang ditemukan dalam tas milik Handang. Dokumen berupa nota dinas yang dikirimkan ke Handang tertanggal 4 November 2016.

Nota itu dikatakan merupakan pemberitahuan tentang informasi tertulis mengenai jumlah pajak yang tidak atau kurang dibayar, atau yang tidak seharusnya dibayarkan. Nota dinas yang ditandatangani Handang dikatakan untuk kepentingan wajib pajak atas nama Syahrini.

Selain itu, jaksa juga menunjukkan barang bukti berupa dokumen dan percakapan WhatsApp antara Handang dan ajudan Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi, Andreas Setiawan. Saat itu, terpampang nama Fadli Zon, Fahri Hamzah, dan Eggi Sudjana. (SFA)

Sumber: Metrotvnews

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: