Fokus

Musim Orang Gila, Salah Pilih Ustadz Sebabkan Radikalisme dan Terorisme

Minggu, 18 Februari 2018 – 14.32 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Tulisan menarik oleh akun facebook De Fatah yang menjelaskan tentang gerakan radikal dan terorisme bersumber dari salah pilih ustadz. Berikut tulisannya:

Baca: Politisasi Agama Cara Israel, Teroris & HTI Rampas Hak Orang Lain

MUSIM ORANG GILA

Sekarang musim orang gila mengaku paling dekat dengan Tuhan. Disaat suasana damai, mereka kipas-kipas supaya terjadi kerusuhan. Setelah terjadi rusuh, mereka menjerit-jerit meraung-raung seolah-olah menjadi korban. Dia bilang Jokowi mengundang makan pembakar masjid di Tolikara, padahal pada saat itu pelakunya sudah ditahan polisi.

Baca: Denny Siregar: Ahok Pintu Masuk Kelompok Radikal yang Ingin Suriahkan Indonesia

Yang hadir di Istana adalah Pengurus Gereja Injil, untuk diberi arahan supaya menjaga perdamaian disana, karena mereka mayoritas. Sama jika Presiden memanggil ketua MUI atau NU jika terjadi konflik di suatu daerah mayoritas muslim, supaya mereka terlibat menjaga perdamaian disana. Berita ini diputer-puter, dicari-cari, dicangkul-cangkul walau terjadi beberapa tahun yang lalu, mirip-mirip lumayanlah, asal mengesankan Pemerintahan sekarang ini anti Islam.

Baca: Wejangan Gus Dur Terbukti ‘Akan Tiba Saatnya Orang yang Tidak Pernah Belajar di Pesantren Dianggap Alim’

Apa kurangnya negara ini terhadap Islam?

Anggaran untuk kementerian Agama terbesar ketiga di APBN kita, Ibadah Haji diurusin, Hari Raya, Puasa, Zakat, Rumah Ibadah, Pengadilan Agama, Pendidikan ibtidaiyah sampai Aliyah dan banyak lagi.

Semua urusan beragama orang Islam di donasi dan diurus oleh negara. Padahal negara ini tidak berideologi agama. Adakah ibadah, sekolah, hari raya, pengadilan agama umat lain yang diurusin pemerintah penuh seperti umat Islam?

Lalu masih teriak negara ini anti Islam? Ukurannya karena ada pendakwah yang menjadi tersangka atau dipidana. Berkali-kali saya tuliskan, ada jutaan pendakwah Islam di Indonesia apakah semua ditangkap oleh negara? Tidak.

Yang ditangkap itu bukan pendakwah, tapi pendusta agama. Mereka menghasut, mencaci, membenci dan mengajarkan permusuhan. Ini bukan dakwah, ini adalah pendusta agama. Tidak hanya kepada umat lain, kepada sesama umat Islam pun, kalau berbeda dengan mereka, akan dimusuhi.

Baca: Definisi Ustadz Ala Prof Sumanto Al-Qurtuby

Peliknya lagi, ada partai politik kita mengambil untung dari dakwah sesat Ini, orang-orang yang ingin berkuasa dengan memperalat agama. Kalau orang-orang ini dibiarkan, maka kebohongan mereka lama kelamaan dianggap benar, kasian anak-anak kita yang salah pilih guru agama.

Radikalisme itu dimulai dari salah memilih guru. Guru intoleran muridnya radikal. Guru radikal muridnya teroris. Guru kabur atau masuk penjara muridnya jadi dongok tapi militan. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: