ISIS

Muhammad Zazuli: Teroris Agamanya Apa?

Minggu, 02 Juli 2017 – 06.36 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Saat ada dokter muda yang masih memiliki anak yang mungil meninggal karena tugas piket 5 hari berturut-turut demi menyelamatkan nyawa pasien dan agar rekannya yang muslim bisa beribadah dan berlebaran justru ada netizen koplak yang bertanya: “Dokter itu agamanya apa?”. Giliran ada teroris yang melakukan bom bunuh diri dan penusukan yang menghilangkan nyawa orang lain malah tidak ada pertanyaan: “Teroris itu agamanya apa?”. (Baca: PKS Ikhwanul Muslimin Indonesia Berfaham Aliran Sesat Wahabi)

Gus Mus, “Islam moderat itu tidak ada karena Islam itu pasti moderat. Kalo tidak moderat berarti bukan Islam”

Juga ada ormas yang bilang “ISIS itu saudara kita, jangan dihujat” bahkan sempat berbaiat kepada ISIS tapi ketika ada aksi terorisme justru tidak pernah keluarkan statemen yang mengecam dan mengutuk aksi biadab teroris yang terjadi di negerinya sendiri. Jadi jangan salahkan anggapan masyarakat awam yang menganggap bahwa mereka pro dan mendukung kelompok teroris tersebut.

Para simpatisan teroris atau sel tidur ISIS ini banyak bergentayangan di dunia maya maupun dunia nyata. Mereka ada di sekitar kita. Jumlah mereka tidak bisa diketahui dengan pasti tapi mungkin ada ribuan hingga jutaan. Ada yang jadi pedagang asongan, mahasiswa, dosen, pejabat partai hingga ustadz dan “ulama”. Untuk mendeteksinya cukup lihat apa yang mereka posting, share dan komen. (Baca: HTI, ISIS, Wahabi Meretas NKRI)

Mereka selalu teriak awas PKI, awas Syiah, awas aseng. Tapi apakah teroris yang hobi bunuh orang ini PKI, Syiah dan aseng? Tidak bukan? Setelah terjadinya kasus terorisme biasanya ada yang memuji dan menganggap para teroris itu pahlawan. Ada juga yang mengingkari fakta dan mencari kambing hitam bahkan memfitnah pemerintah sembari bilang itu cuma rekayasa untuk mengalihkan isu.

Saat sel tidur ini dapat kesempatan untuk bangkit jangan heran jika ada banyak kepala yang terlepas dari badan sebagaimana yang sudah terjadi di Suriah dan Irak. Ini bukan sekedar khayalan tapi fakta apa adanya dan benar-benar sudah terjadi. Yang aneh adalah para cakil rakyat yang ada di Senayan. Giliran bikin revisi UU Terorisme mereka lemot karena mungkin sebagian dari mereka termasuk simpatisan para teroris ini. Tapi giliran bikin pansus hak angket untuk melemahkan KPK mereka sigap bukan main agar mereka aman dan kasus korupsi mereka ga diusut. (Baca: Inilah Fakta Dibalik Kenapa Molornya UU Terorisme)

Inilah akibatnya jika pengajaran agama hanya mengutamakan dogmatisme yang sempit dan kaku, teologi konflik dan egoisme kelompok tanpa melibatkan akal sehat, hati nurani, empati dan nilai-nilai kemanusiaan universal. Saya setuju dan mendukung ucapan Gus Mus di acara Mata Najwa yang mengatakan: “Islam moderat itu tidak ada karena Islam itu pasti moderat. Kalo tidak moderat berarti bukan Islam”.

Kalo setelah saya posting tulisan ini masih ada yang tanya “Kamu agamanya apa?” maka jawabanku sederhana saja : “Agamaku adalah agama yang selaras dengan akal sehat, hati nurani dan nilai-nilai kemanusiaan yang universal.” Sudah itu saja. Salam Waras. (SFA)

Sumber: Akun Facebook Muhammad Zazuli

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: