Fokus

Muhammad Zazuli: Sang Pemberani Itu Bernama Jokowi

Kamis, 13 Juli 2017 – 19.19 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Tidak ada yang menyangka bahwa orang yang kerempeng, ceking, ndeso, cengengesan dan plonga-plongo itu ternyata punya tekad, keberanian dan keteguhan hati yang luar biasa. Dia berani bubarkan mafia migas Petral dan (bersama Susi) tenggelamkan kapal-kapal asing yang mencuri di perairan Indonesia yang tentu saja akan membuatnya mendapat banyak musuh orang-orang yang berpengaruh baik dari dalam maupun luar negeri. (Baca: Denny Siregar: Inilah “Rudal Balistik” Jokowi Hajar Kelompok Radikal)

Terakhir dia bikin Perpu pembubaran ormas-ormas yang radikal, intoleran dan anti Pancasila, suatu hal yang bahkan tidak berani dilakukan oleh pemimpin sebelumnya yang memiliki latar belakang sebagai petinggi militer. Resikonya jelas, dia akan makin tidak disukai bahkan akan makin dibenci oleh kelompok-kelompok yang selama ini memang sudah menentangnya. Reputasinya akan menurun dan hal ini juga bisa berpengaruh pada Pilpres berikutnya. Musuhnya yang sudah banyak besar kemungkinan akan semakin bertambah banyak lagi. Ibarat peperangan, Jokowi kini sedang membuka front pertempuran baru di tengah peperangan lama yang masih berlangsung. Tapi dia tak bergeming. Sekali jalan ditempuh pantang balik ke belakang. Tentunya apa yang dia putuskan pastilah sudah melalui pertimbangan yang matang.

Yang jelas pasti mereka tidak akan tinggal diam. Mereka akan melawan balik dan menempuh berbagai jalur baik melalui jalur hukum maupun jalur yang inkonvensional ataupun gerakan bawah tanah. Bagi yang ekstrim dan sel-sel tidur ISIS ada kemungkinan mereka akan menggagas aksi terorisme yang makin masif untuk melawan pemerintah yang katanya adalah rezim thaghut yang represif dan anti Islam. Pembiaran yang dilakukan oleh pemerintah-pemerintah sebelumnya selama hampir dua dekade telah membuat jaringan mereka semakin besar dan semakin berani. (Baca: Inilah Cara Super Cerdas Jokowi Tundukkan Musuh-musuhnya)

Isu kebangkitan PKI pasti akan masif ditebarkan lagi untuk terus mengguncang pemerintah. Isu rezim anti Islam juga besar kemungkinan akan terus digaungkan. Isu antek asing dan antek aseng sepertinya juga tidak akan segera hilang. Entah apa salahnya sehingga Jokowi menjadi makhluk yang seolah begitu dibenci oleh gerombolan mereka. Ada kemungkinan karena kemunculan Jokowi telah memudarkan impian mereka untuk bisa segera “menguasai” Indonesia. Apalagi Jokowi didukung oleh partai nasionalis PDIP yang dianggap sebagai musuh ideologis mereka. (Baca: Denny Siregar: GNPF MUI, Jokowi Wong Solo Kok Dilawan)

Apapun yang terjadi mari kita doakan saja yang terbaik bagi bangsa ini. Semoga bagi mereka yang masih terbelenggu oleh fanatisme, kebencian, ego kelompok dan ambisi berkuasa bisa segera sadar dan mulai berpikir yang terbaik bagi kepentingan bangsa yang lebih besar. Semoga dengan Perpu Ormas yang baru ini bisa menjadi alat untuk menjaga ketertiban demi merawat persatuan dan kesatuan bangsa. Salam Waras. (SFA)

Sumber: Akun Facebook Muhammad Zazuli

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: