Nasional

Muhammad Zazuli: Para Pengkhianat Negeri

Rabu, 22 Februari 2017 – 06.50 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Opini menarik yang ditulis oleh pegiat sosial media Muhammad Zazuli dalam akun facebooknya tentang Para pengkhianat Negeri, berikut tulisannya:

Tahukah Anda siapakah para pengkhianat negeri ini? Mereka hidup, makan, minum dan bernafas di negeri ini tapi ngimpi pingin jadi warga negara lain. Mereka memaki pemimpin negeri ini tapi justru memuja pemimpin negeri lain. Mereka menghina, memaki dan menginjak prinsip-prinsip kebangsaan yang telah menjaga negeri ini seperti Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika dan justru mendoakan negeri ini hancur di kudeta. (Baca: HTI, ISIS, Wahabi Meretas NKRI)

Mereka menggunakan fasilitas yang dibangun negara tapi justru mengajak revolusi agar negeri ini hancur. Mereka merasa di dzalimi tapi gencar melancarkan makian, adu domba, kebencian, fitnah, kabar bohong dan hasutan untuk merusak negeri ini. Mereka memaki kaum nasionalis sebagai PKI tapi tidak sadar bahwa mereka sendiri adalah pemberontak DI/TII baru dan ISIS rasa Indonesia. Mereka mendukung teroris di luar negeri dan ingin menghancurkan sendi-sendi kebangsaan di negeri ini. (Baca: Inilah Slogan Pembodohan HTI-Kelompok Khilafah yang Ingin Hancurkan NKRI)

Mereka berkolaborasi dengan para koruptor dan maling negara untuk terus bikin ribut negeri ini. Mereka teriak anti demokrasi tapi terus berdemo (yang hanya bisa dilakukan di negeri yang menganut demokrasi) untuk memaksakan kehendak mereka. Mereka kerahkan ribuan massa untuk membela tokoh-tokoh mereka yang munafik tapi ngumpet dan diam seribu bahasa saat Freeport mengancam kedaulatan politik dan ekonomi negeri ini.

Mereka teriak anti asing tapi tidak sadar bahwa mereka hanya disetir, diperalat dan dimanfaatkan oleh kekuatan asing untuk mengacaukan negeri ini. Slogan mereka “Aksi Bela Negara” hanyalah kamuflase murahan dan tipuan yang ga bermutu. Tidak pernah secuwilpun tampak itikad baik mereka untuk benar-benar membela negara saat Freeport melawan pemerintah. Mereka hanya mau demo untuk kepentingan egois kelompoknya saja. (Baca: PKS Ikhwanul Muslimin Indonesia Berfaham Aliran Sesat Wahabi)

Bisakah negeri ini akan maju, makmur, rukun, tentram dan damai jika mereka semakin tumbuh dan membesar? Ataukah negeri ini akan makin sama nasibnya dengan Suriah, Irak, Libya, Yaman, Nigeria dan berbagai negara konflik lainnya? Mereka anti demokrasi tapi justu karena atas nama kebebasan demokrasilah maka benalu seperti ini bisa berkembang. Karena sadar dengan muslihat dan ambisi mereka, pemerintah Orde Baru dahulu menekan mereka agar tidak semakin berkembang dan menciptakan masalah di kemudian hari. (Baca: Eko Kuntadhi: Diam Sudah Gak Musim, Inilah Serangan Bahaya Bagi Bangsa)

Saya jadi teringat dengan ungkapan dari George Carlin: “Never underestimate the power of stupid people in large groups.” (Jangan pernah remehkan kekuatan dari manusia bodoh yang berkumpul dalam jumlah besar) serta kata-kata Joseph Goebbels, Menteri Propaganda NAZI : “If you tell a lie big enough and keep repeating it, people will eventually come to believe it” (Kebohongan yang dikampanyekan secara terus-menerus dan sistematis akan berubah menjadi kebenaran). Salam Waras, semoga segera waras dan lekas sembuh negeriku ini. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: