Fokus

Muhammad Zazuli: Jurus Ngeles Ala Kampret

Persekusi

JAKARTA – Pegiat media sosial Muhammad Zazuli dalam akun facebooknya menulis tentang jurus ngeles ala Kampret, berikut ulasannya:

JURUS NGELES ALA KAMPRET

Mustofa Nahrawardaya, caleg gagal PKS aktivis “Gerakan Ganti Presiden” yang ikut hadir di CFD Bundaran HI dan membiarkan aksi persekusi dan intimidasi kepada seorang ibu dan anak simpatisan “Dia Sibuk Kerja” mencurigai adanya operasi intelijen dalam insiden intimidasi tersebut dengan alasan hanya karena ada beberapa orang yang mengenakan gelang tasbih berwarna coklat (padahal gelang seperti itu juga dipake Sandiaga Uno dan banyak orang lainnya). Tujuannya adalah untuk membuat aksi ganti Presiden ini layu sebelum berkembang, katanya.

Baca: Yusuf Muhammad: Pembenci Sibuk Fitnah, Jokowi Sibuk Kerja Nyata

Inilah yang namanya logika kampret otak terbalik yang bilang bumi datar meskipun sebenarnya bumi ini bulat. Sudah melakukan kesalahan tapi bukannya mengakui dan meminta maaf tapi justru malah menuduh yang bukan-bukan dengan logika ngawur dan asal-asalan. Bagaimana jika yang mengalami peristiwa tersebut adalah istri, saudara atau anaknya sendiri? Dasar kampret yang ga punya akal sehat & hati nurani ya begini ini jadinya. Makin mereka panik karena takut gagal justru mereka akan melakukan manuver konyol dan ditertawakan banyak orang.

Baca: Prof Sumanto Al-Qurtuby: WASPADA! Kaum Bani Mercon Gemar Jualan SARA

Tapi ini bukanlah pertama kali modus ngeles ala kampret ini. Dulu saat presiden PKS ditangkap KPK karena korupsi sapi, Anis Mattapun bilang ini adalah konspirasi zionis, edan bukan? Saat terjadi teror bom, kampret juga bilang itu dilakukan oleh orang yang ingin menghancurkan citra Islam meski kemudian bukti menunjukkan bahwa pelakunya memang adalah simpatisan teroris ISIS. Saat orang Islam saling bantai di Timur Tengah juga malah menyalahkan Amerika dan Yahudi, padahal jika mereka waras dan cerdas tentunya juga tidak ada pihak lain yang bisa mengadu domba.

Baca: Inilah Cara Super Cerdas Jokowi Tundukkan Musuh-musuhnya

Selalu merasa benar, sok suci, anti kritik, memaksakan kehendak, ogah intropeksi dan selalu menghakimi dan menyalahkan pihak lain adalah penyakit akut kaum Kampreters yang hingga kini sulit sembuh dan dicari solusinya. Dan selama “sakit jiwa” ini tidak mau diakui maka selama itu pula mereka tidak akan pernah sembuh dan selamanya akan terus menjadi kampret, binatang sejenis vampir penghisap darah yang nangkring dengan posisi kepala di bawah kaki di atas dan otak serta pandangannya jadi terbalik semuwaaa. Salam Waras nan tak kunjung dating. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: