Headline News

Mufti Lebanon: Langkah Trump di Palestina adalah Praktek Terorisme

Jum’at, 15 Desember 2017 – 07.58 Wib,

SALAFYNEWS.COM, LEBANON – Mufti Lebanon Sheikh Abdullatif Daryan menyatakan dukungannya terhadap perlawanan Palestina, menuduh Trump mempraktikkan terorisme dalam melawan orang-orang Palestina dan kota suci Al-Quds.

Baca: Akrama Sabri, kepala Komite Islam Tertinggi dan penceramah Masjid Al-Aqsa, mengatakan bahwa keputusan Presiden AS Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota “Entitas Zionis” dan memindahkan kedutaan negaranya kesana adalah “sebuah deklarasi perang.”

Mufti Agung Lebanon Sheikh Abdul Latif Darian mengatakan, “Kami tidak akan menyerahkan Yerusalem atau Masjid Al-Aqsa, dan kami akan mendukung hak legal Palestina untuk melawan perlawanan.”

Baca: Di sinilah masalah utamanya. Krisis Palestina tidak berujung karena negara-negara Islam sendiri tidak kompak. Banyak negara, termasuk Indonesia, menolak membangun hubungan diplomatik dengan Israel sebagai bentuk simpati kepada penderitaan rakyat Palestina. Tetapi negara lain seperti Mesir, Yordania, Turki, dan UEA telah menjalin hubungan diplomatik resmi. Negara-negara Islam lain, termasuk Arab Saudi, menjalin hubungan dekat dengan Israel tetapi rahasia. Kebanyakan dukungan negara Arab terhadap Palestina bersifat palsu belaka.

Sheikh Daryan juga mengatakan, “Apa yang telah dilakukan oleh presiden Amerika adalah terorisme terhadap orang-orang Palestina dan kota suci Al-Quds.” (SFA)

Sumber: ALM

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: