Fokus

Mossad Israel Bunuh Ilmuwan Atom Suriah

Ilmuwan Suriah
Ilmuwan Suriah

SURIAH – Kemajuan tentara Suriah dan kemenangan beruntun di semua lini, telah membuat intelijen Israel (Mossad) melakukan operasi pembunuhan ilmuan Suriah. Dr. “Aziz Asber” ilmuan Suriah tewas setelah mobil pribadinya meledak, bersama beberapa pengawalnya, seperti dilansir Al Alam (07/08).

Baca: Perang Bayangan, Israel dan Agen Pembunuh Rahasia Mossad

Kolonel Wafiq Nashur mengatakan “Sekali lagi terorisme mengabadikan ideologi kriminal Zionis yang menghancurkan kehidupan dan manusia. Membunuh sumber keteguhan yang membuat kemenangan dan prestasi, bimbingan bagi seluruh umat manusia.”

Kenan Mohammed, seorang jurnalis Timur Tengah mengatakan “Ini merupakan kerugian tidak hanya bagi keluarganya atau desanya, tetapi untuk semua orang Suriah. Merupakan kehilangan bagi poros perlawanan. Kami merasa terhormat dan bangga untuk mengatakan bahwa dia adalah seorang mitra yang menorehkan rekor dalam perang Tamuz.”

Seorang teman Asber mengatakan “Perannya begitu penting dalam perjuangan kami dalam memerangi terorisme, termasuk karya militer bagi negara ini. Penemuan-penemuan dan bahkan ide-ide pada tingkat politik dan sosial.”

Banyak orang Suriah tidak tahu wajah Martir Dr. Aziz. Dia adalah seorang pria dengan gelar doktoral fisika atom dari Prancis dan ahli rudal bahan bakar cair.

Baca: Pasukan Libanon Bongkar Sel Spionase Mossad Israel

Zionis Israel mencoba membunuhnya tiga kali, yang menjelaskan adanya pukulan berturut-turut ke Pusat Penelitian Ilmiah di Hama.

Anak dari Asber mengatakan “Beliau memberikan banyak waktunya buat kita, sampai-samapi beliau tidak memiliki waktu untuk menyempatkan keluar dengan keluarganya dan menghabiskan waktunya dengan kami.. Beliau lebih dari seorang ayah, dia adalah saudara dan pendamping yang menerangi kami Jalan menuju masa depan”.

Baca: Nyamar Jadi Imam Masjid, Intelijen Mossad Pemimpin ISIS Ditangkap di Libya

Istri Asber juga mengatakan, “Masalah pekerjaannya tidak pernah mengganggu, kita tidak mengetahui tentang rincian pekerjaan yang dia bicarakan. Dia adalah seorang pria yang benar-benar baik dengan keluarga dan berkomitmen untuk membesarkan anak-anaknya dan sangat penyayang.”

“Dia selalu berbicara tentang pengorbanan dan dia selalu menasehati kita untuk tetap kuat dan menyelesaikan misinya,” kata putri dari Asber.

Pembunuhan ilmuan Suriah bertujuan untuk membatasi kemajuan kualitatif dalam menghadapi terorisme yang merupakan perpanjangan tangan Israel dan Amerika Serikat. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: