Eropa

Moskow Tanggapi Penumpukan NATO di Perbatasan Barat Rusia

Kamis, 22 Juni 2017

ARRAHMAHNEWS.COM, MOSKOW – Rusia telah memerintahkan restrukturisasi penempatan militernya di sepanjang perbatasan baratnya sebagai tanggapan atas penumpukan NATO di wilayah tersebut.

Menteri Pertahanan Sergei Shoigu mengatakan pada hari Rabu bahwa Rusia sedang memperbaiki pertahanan di sisi baratnya untuk menanggapi peningkatan pasukan NATO dan persenjataan di negara-negara tetangga.

Shoigu mengatakan penumpukan NATO adalah tanda yang jelas dari sikap agresif aliansi militer yang anti-Rusia.

Ketegangan tinggi antara Rusia dan NATO terjadi sejak konflik meletus di Ukraina tiga tahun lalu. Mendukung klaim pemerintah Ukraina, Amerika Serikat dan sekutunya NATO menuduh Rusia memiliki campur tangan dalam konflik yang telah melanda Ukraina timur.

NATO telah meningkatkan penyebaran pasukan dan senjata di sepanjang perbatasan Rusia berdasarkan kesepakatan yang telah dicapai sebelumnya dengan para anggotanya, namun banyak yang mengatakan bahwa ini adalah hasil konfrontasi antara Rusia dan Barat di Ukraina.

Moskow juga iri dengan kecenderungan NATO yang terus meningkat untuk memperluas ke timur dan mengatakan hal itu dapat merusak keseimbangan militer di wilayah tersebut.

Komentar Shoigu muncul beberapa jam setelah pesawat tempur F-16 NATO mencoba mendekati pesawat yang membawanya di atas Laut Baltik, namun dikejar oleh jet tempur Rusia lainnya yang tergesa-gesa ke lokasi kejadian.

Kantor berita TASS melaporkan bahwa Su-27 Rusia membuat jet tempur NATO berubah arah dan terbang menjauh dari pesawat Shoigu. Tidak jelas mengapa pesawat NATO mendekati pesawat yang membawa Shoigu.

Pesawat Rusia dan AS terlibat dalam pertemuan berbahaya di wilayah yang sama pada hari Senin. Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa jet tempurnya mencegat dua pesawat mata-mata AS dalam insiden terpisah dalam satu hari.

Kementerian tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa bahwa sebuah pesawat Fleet Su-27 Baltik diacak pada hari Senin untuk mencegat pesawat mata-mata RC-135 AS yang terbang menuju perbatasan Rusia.

“Saat dikawal, RC-135 mencoba bergerak lebih dekat ke arah pencegat Rusia, membuat provokasi menuju Su-27,” baca pernyataan tersebut.

Konfrontasi yang meningkat di atas wilayah Baltik terjadi beberapa hari setelah Amerika Serikat menembak sebuah jet tempur Suriah yang terbang di atas provinsi Raqqah. Rusia, yang membantu Suriah secara militer dalam perang melawan terorisme, dengan cepat mengecam tindakan AS tersebut dan mengatakan bahwa hal itu tidak akan dibiarkan tanpa jawaban. [Sfa]

Sumber: Sputnik.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: