Eropa

Moskow Bongkar Aksi Spionase AS dan CIA di Rusia

Kamis, 19 Januari 2017 – 09.38 Wib,

SALAFYNEWS.COM, MOSKOW – Konferensi yang didedikasikan untuk melihat hasil kerja diplomatik Rusia pada tahun 2016, yang diselenggarakan di Moskow (17 Januari), Lavrov mengatakan bahwa aksi spionase oleh diplomat Amerika di Rusia. (Baca: Rusia Usir Dua Diplomat AS Karena Melakukan Kegiatan Spionase)

Lavrov mengatakan beberapa dari mereka telah dipantau, seperti yang menyamar diantara para pendemo, yang diselenggarakan oleh oposisi Rusia selama beberapa tahun terakhir.

Lembaga Rusia yang bersangkutan juga memantau pergerakan diplomat Amerika di sejumlah wilayah Rusia, jauh dari ibukota, termasuk di Chechnya, di perbatasan dekat zona konflik di timur laut Ukraina, dan diketahui bahwa para “diplomat” itu selama lawatannya di Rusia tidak membawa kartu identitas diplomatik. (Baca: Jullian Assange; AS Mata-Matai Musuh Dan Sekutunya)

Lavrov membantah tuduhan Presiden AS Barack Obama, karena telah mengintai pergerakan diplomat AS di Rusia, dan menjelaskan bahwa apa yang dinyatakan oleh Washington, adalah keberhasilan lembaga Rusia yang telah menggagalkan upaya spionase oleh diplomat AS.

Dia juga menjelaskan “Ada suatu tragedi, yang ditutupi media, ketika seorang diplomat menyamar mengenakan wig dan alis buatan, mencoba memasuki Kedutaan Besar AS di Moskow, ia menolak untuk menunjukkan ID foto ke penjaga, dan ketika dicegah oleh petugas Rusia untuk masuk, diplomat itu mulai memukul.”

Menteri Luar Negeri Rusia menambahkan bahwa ada insiden serupa lainnya, termasuk munculnya seorang diplomat berpakaian seperti perempuan sebelum memasuki toilet, dimana ketika kembali penampilannya berubah menjadi laki-laki.

Pada saat yang sama, Lavrov menunjuk intensifikasi kegiatan CIA saat merekrut agen diplomat Rusia, selama dua tahun pemerintahan Presiden Barack Obama. (Baca: Yahoo Akui Mata-Matai Penggunanya atas Perintah CIA)

Maria Zakharova, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, mengatakan adanya percobaan untuk merekrut seorang diplomat Rusia sebagai agen, yang terjadi saat pembelian obat langka yang diperlukan untuk pengobatan mantan Perdana Menteri Rusia Yevgeny Primakov.

Lavrov mengungkapkan insiden lain yang terjadi pada bulan April tahun lalu, ketika ia menerima diplomat tingkat tinggi yang menjabat sebagai Menteri Berkuasa Penuh di Kedutaan Besar Rusia di Washington, menemukan adanya proposal untuk kepentingan intelijen Amerika untuknya, sementara seorang diplomat tingkat tinggi lain menemukan di dalam mobilnya ada 10 ribu dolar sebagai upaya mahar untuk perekrutan. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: