Fokus

Momen Indah Saat Pastor Peluk dan Cium Tangan Habib Lutfi bin Yahya

Rabu, 16 Agustus 2017 – 00.37 Wib,

SALAFYNEWS.COM, SEMARANG – Ada momen mengharukan saat acara tausiyah kebangsaan yang digagas oleh Kodam IV/Diponegoro menggelar tausiyah kebangsaan dalam rangka mempeingati HUT ke-72 Kemerdekaan RI di Bundaran Tugu Muda, Semarang, Senin (14/8/2017) malam, ketika seorang pastor memeluk dan cium tangan Habib Lutfi bin Yahya. (Baca: Indahnya Toleransi, Tokoh Papua Apresiasi Pemuda Nasrani Jaga Shalat Idul Fitri)

Pastor Budi sangat menghormati pribadi Habib Lutfi. Begitupun Habib Lutfi, juga sangat menghormati Romo Budi. Siapa yang tidak mengenal Maulana Al Habib Muhammad Luthfi bin Ali Bin Yahya yang lahir di Kota Pekalongan, 10 November 1947, kata Pastor Budi, hari kelahirannya pun bertepatan dengan Hari Pahlawan.

Hangatnya hubungan kedua pemimpin agama ini terlihat sejak awal berjumpa dalam acara ini. Saat Habib Lutfi tiba di Wisma Perdamaian, sebutan untuk rumah dinas Gubernur Jawa Tengah, Pastor Budi menyambutnya dengan pelukan. Tak hanya berpelukan, keduanyapun tampak cipika-cipiki. Bahkan saking takzimnya, Pastor Budi juga mencium tangan Habib Lutfi. (Baca: WOW! Ansor Siap Head To Head Hadapi Kelompok Radikal dan Intoleran)

Acara tersebut tak kurang dihadiri lebih dari 20.000 warga dari Kota Semarang dan daerah sekitarnya di Jawa Tengah hadir dalam acara ini. Tausiyah kebangsaan dengan tema “Indonesia Kerja Bersama” ini dipandu oleh Ketua MUI Jawa Tengah, Habib Lutfi Bin Yahya dari Pekalongan. Hadir juga Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono serta para tokoh agama dan pejabat lainnya.

Bagi umat yang hadir, acara itu merupakan peneguhan terhadap sikap nasionalisme yang mulai banyak direduksi oleh tindakan-tindakan intoleransi dan radikalisme.

Namun bagi Ketua Komisi Hubungan Antar agama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang Pastor Aloys Budi Purnomo, Pr, acara tausiyah kebangsaan ini sekaligus sebagai ajang untuk menyambung tali persahabatan. Sebab ia dan Habib Lutfi bin Ali bin Yahya, Rais Aam Idarah Aliyah Jam’iyah Ahlith Tharoqah Al Mu’tabarah An Nahdliyah (JATMAN) yakni organisasi tarekat yang berafiliasi ke ormas keagamaan Nahdlatul Ulama (NU), adalah sahabat.

“Ini kanca kuna (ini teman lama). Sahabat lamaku!” cetus Habib Lutfi disaksikan Wakil Ketua DPRD Jateng Sukirman. Pastor Budi yang juga kepala Campus Ministry Unika Soegijapranata itu mengaku merasa adem dan ayem setiap kali berjumpa Abah Lutfi, panggilan akrab Habib Lutfi, dalam berbagai kesempatan. (SFA)

Sumber: Kompas

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: