Headline News

Mohammed Bin Salman Tangkap 11 Pangeran dan 4 Menteri Arab Saudi

Minggu, 05 November 2017 – 11.26 Wib,

SALAFYNEWS.COM, RIYADH – Komite Anti-Korupsi Arab Saudi yang baru dibentuk telah memerintahkan penangkapan 11 pangeran dan empat menteri aktif serta puluhan mantan menteri, Al-Arabiya melaporkan dengan mengutip sumber-sumber kerajaan.

Komite tersebut dibentuk pada hari Sabtu (04/11/2017) dengan dekrit Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud, yang diterbitkan oleh kantor berita resmi Saudi (SPA) pada hari Sabtu.

Baca: “Dekrit” Kebangkrutan Saudi

Keputusan tersebut menunjuk putra mahkota, Mohammed bin Salman, sebagai ketua komite anti-korupsi, yang memberikannya wewenang luas untuk memerangi korupsi. Komite tersebut dibebaskan dari “undang-undang, peraturan, instruksi, perintah dan keputusan” saat melaksanakan tugasnya, yakni “mengidentifikasi pelanggaran, kejahatan, orang dan entitas” yang terlibat dalam korupsi, dan memberi wewenang untuk menerapkan tindakan hukuman pada mereka yang tertangkap basah, termasuk pembekuan aset, larangan bepergian dan penangkapan.

Komite tersebut membuat penangkapan pertamanya beberapa jam setelah dibentuk, menahan 11 pangeran, empat menteri aktif serta “puluhan” mantan menteri pemerintah Saudi, Al-Arabiya melaporkan.

Komite tersebut mengatakan bahwa pihaknya sedang meluncurkan kembali penyelidikan atas bencana banjir yang menewaskan lebih dari 120 orang di kota Jeddah pada tahun 2009, yang menimbulkan jutaan kerusakan properti. Setelah penyelidikan luas, yang ditutup pada bulan Desember 2014, pengadilan Saudi menetapkan 45 orang bersalah, termasuk pejabat senior, dengan tuduhan penyuapan, penyalahgunaan kekuasaan dan dana publik, pencucian uang dan operasi bisnis yang tidak sah.

Baca: Kampanye Busuk Mohammed Bin Salman Terkait ‘Islam Moderat’ di Saudi

Kasus profil tinggi lainnya yang dilanjutkan oleh komite anti-korupsi adalah penyelidikan terhadap wabah virus Middle East Respiratory Syndrome (MERS) di Arab Saudi pada tahun 2014, yang mengakibatkan hampir 300 kematian dan pemecatan menteri kesehatan.

Setelah keputusan tersebut, beberapa menteri dipecat oleh Raja, termasuk Menteri Garda Nasional, Moteib Bin Abdullah, dan Menteri Ekonomi Adel al-Faqieh. Namun, tidak jelas apakah perombakan pemerintah terkait dengan kasus korupsi yang diumumkan sebelumnya atau langkah politik Bin Salman untuk mengamankan tahta kekuasan dari para pesaingnya.

Sebagian besar pejabat senior Saudi yang bertanggung jawab atas pengawasan, investigasi dan jaksa akan duduk di komite tersebut, yang akan terdiri dari jaksa agung dan kepala keamanan negara, otoritas anti-korupsi, biro audit, dan ketua komisi pemantauan serta investigasi.

Baca: Putra Mahkota Saudi Mohammed Bin Salman Paranoid

“Mengingat apa yang kita lihat tentang eksploitasi oleh beberapa orang lemah yang telah menempatkan kepentingan mereka sendiri di atas kepentingan publik, untuk mendapatkan uang secara tidak benar,” Raja Saudi mengatakan dalam sebuah pernyataan, yang menjelaskan kebutuhan untuk membentuk badan anti korupsi.

Putra Mahkota Mohammed bin Salman, yang ditunjuk sebagai pewaris tahta Saudi pada bulan Juni, dikenal ambisius dan haus kekuasaan, hingga menyulut perselisihan yang mendalam di antara keluarga kerajaan akibat tindakannya merampas pewaris tahta Mohammed bin Nayef. Beberapa keputusannya juga menimbulkan pro-kontra di antara ulama kerajaan, karena dianggap bertentangan dengan ideologi wahabi yang mereka anut.

Dalam salah satu langkah kebijakan terbaru, pemerintah Saudi mencabut larangan mengemudi bagi perempuan dan mengizinkan wanita Saudi untuk berkarir dan bekerja tanpa wali laki-laki.

Baca: Skandal Terbaru Saudi! Uang Trilyunan Riyal Kas Negara Raib

Beberapa perubahannya pun menuai kecaman dari ulama konservatif Saudi, hingga mendorong terjadinya gelombang penangkapan terhadap ulama yang tidak setuju dengannya. (SFA)

Sumber: Arabic RT

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: