Headline News

Mohammed bin Salman Semakin ‘Menggila’ di Kerajaan Arab Saudi

Selasa, 07 November 2017 – 08.32 wib,

SALAFYNEWS.COM, RIYADH – Putra Mahkota Mohammed bin Salman semakin ‘Menggila’ di kerajaan Arab Saudi. Pihak berwenang Arab Saudi telah menahan pendiri salah satu perusahaan travel kerajaan terbesar sebagai bagian dari penyelidikan anti-korupsi yang sedang berlangsung, yang ditujukan untuk memperkuat cengkeraman kekuasaan putra mahkota.

Baca: Pengkhianatan Putra Mahkota Saudi “Muhammad Bin Salman” kepada Rakyat

Perusahaan Al Tayyar Travel mengutip laporan media yang mengatakan bahwa Nasser bin Aqeel al-Tayyar, yang masih menjabat sebagai anggota dewan, ditangkap pada hari Senin, tanpa menjelaskan lebih jauh.

Saham perusahaan merosot 10 persen pada menit pembukaan perdagangan. Layanan berita ekonomi online SABQ, yang dekat dengan pemerintah, mengatakan bahwa Tayyar telah ditahan dalam sebuah penyelidikan oleh sebuah badan anti-korupsi yang dipimpin oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Sementara, surat kabar Al-Asharq Al-Awsat melaporkan bahwa daftar larangan terbang telah dibuat dan pasukan keamanan di beberapa bandara Saudi mencegah pemilik jet pribadi meninggalkan negara tanpa izin.

Puluhan pangeran, menteri dan mantan menteri ditahan atas perintah Komite Anti-Korupsi Arab Saudi yang dipimpin oleh putra mahkota pada hari Sabtu dalam sebuah tindakan keras untuk mengkonsolidasikan kekuasaannya.

Baca: Perang Yaman Akibat Tamak Kekuasaan Putra Mahkota Saudi ‘Muhammad bin Salman’

Menurut media Saudi, miliarder Al-Waleed bin Talal, investor internasional Arab Saudi yang paling terkenal, termasuk di antara mereka yang ditahan.

Panglima Garda Nasional Pangeran Meteb bin Abdullah juga ditahan dan digantikan oleh Khaled bin Ayyaf, mengingat sebuah kudeta istana pada bulan Juni yang menggulingkan sepupunya yang lebih tua, Mohammed bin Nayef, sebagai pewaris takhta dan menteri dalam negeri.

Sebuah keputusan kerajaan pada hari Sabtu mengatakan tindakan keras tersebut sebagai tanggapan atas “eksploitasi oleh beberapa orang yang telah menempatkan kepentingan mereka sendiri di atas kepentingan publik, untuk mendapatkan uang secara tidak sah.”

Baca: Al-Baghdadi Diam-Diam Bertemu Dengan Mohammed bin Salman

Sepanjang tahun lalu, pangeran mahkota telah menjadi pembuat keputusan utama untuk kebijakan militer, politik luar negeri, ekonomi, dan sosial, hingga membuat marah beberapa bangsawan yang frustrasi karena penobatan putra mahkota yang menyalahi ketentuan kerajaan. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: