Nasional

Minum Kencing Unta Ala Bachtiar Nasir dan Khalid Basalamah, Bukan Ala Nabi

Kamis, 04 Januari 2018 – 08.00 Wib,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Ada sebuah video yang saat ini mendapat perhatian Netizen terkait Ustad Bachtiar Nasir menyarankan minum kencing dan susu onta untuk pengobatan, lantas apakah kita harus menuruti apa yang diucapkannya? mari kita simak sebuah penjelasan berikut ini dari Ustaz Azhar Idrus terkait kencing onta:

Apakah pembaca setuju kalau agama itu harus ditopang dengan akal?, jika tidak setuju, mungkin saja anda harus mengikuti kata-kata para penceramah yang sedang ngetrend atau lagi laris di tivi-tivi dan di berbagai majelis-majelis.

Kalau penceramahnya menganjurkan pembaca untuk berpikir ini pasti bagus, tapi sebaliknya kalau si Penceramah itu menyuruh misalnya minum kencing onta, apakah anda mau?. Apalagi dilengkapi dengan hadist-hadist yang katanya shohih.

Jika anda masih berpikir dan terbersik dalam pikiran “Ahh.. apa iya kencing onta bisa menjadi obat?, bukannya kencing itu adalah najis? Kenapa bisa menjadi obat?”, Jika masih ada penceramah yang masih ngotot bahwa hadist tentang kencing onta itu tidak boleh dibantah, dan malah menganjurkan wajib diikuti, apakah pemirsa manut-manut saja?.

Bukankah hadis itu bisa diketahui shohih dan tidak bertentangan dengan al-Qur’an karena akal bisa memilahnya?. Jika akal tidak difungsikan, maka sulit menyortir mana yang benar-benar shohih dan mana yang perlu lagi diteliti.

Setidaknya konten dari hadist itu seharusnya sangat manusiawi dan sesuai fitrah kemanusiaan sehingga bisa diterima, artinya tidak mempertontonkan aksi-aksi yang memuakkan atau bertolak belakang dengan Islam yang indah atau Islam yang rahmatan lil alamin.

Dan karena itulah mungkin anda akan bertanya-tanya, bahkan saya sendiri pun akan bertanya-tanya jika ada seorang ustad yang memperlihatkan aksi minum kencing onta karena katanya berdasarkan hadis. Apakah ini adalah salah satu cara menghilangkan stress?, atau dakwah yang sifatnya demonstratif-aktraktif?, atau mungkin menambah tenaga dan semangat untuk menghadapi pemilu yang akan datang dengan cocoklogi ayat-ayat?.

Ini hadis-hadisnya yang berkenaan dengan masalah di atas :

Hadits Seputar Kencing dan Susu Unta.

“Beberapa orang dari ‘Ukl atau ‘Urainah datang ke Madinah, namun mereka tidak tahan dengan iklim Madinah hingga mereka pun sakit. Beliau lalu memerintahkan mereka untuk mendatangi unta dan meminum air seni dan susunya. Maka mereka pun berangkat menuju kandang unta (zakat), ketika telah sembuh, mereka membunuh pengembala unta Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan membawa unta-untanya. Kemudian berita itu pun sampai kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjelang siang. Maka beliau mengutus rombongan untuk mengikuti jejak mereka, ketika matahari telah tinggi, utusan beliau datang dengan membawa mereka. Beliau lalu memerintahkan agar mereka dihukum, maka tangan dan kaki mereka dipotong, mata mereka dicongkel, lalu mereka dibuang ke padang pasir yang panas. Mereka minta minum namun tidak diberi.” Abu Qilabah mengatakan, “Mereka semua telah mencuri, membunuh, murtad setelah keimanan dan memerangi Allah dan rasul-Nya.” (HR. Bukhari: 226)

“Sesungguhnya dalam air kencing unta dan susunya mengandung obat bagi penyakit di dalam perut mereka.” (HR. Ahmad: 2545)

“‘Anbasah berkata; Telah menceritakan kepada kami Anas mengenai hal ini dan itu. Aku berkata; dan kepadaku Anas menceritakannya, ia berkata; suatu kaum pernah menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam seraya berkata; Cuaca kota ini sudah tidak cocok bagi kami. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ini ada beberapa hewan ternak milik kami, maka keluarlah kalian dan minumlah dari susu dan air kencingnya. Lalu mereka pun meminum susu dan air kencing unta hingga mereka segar kembali…

Maka dengan demikian, kalau kita analisa hadist di atas yang pertama, lengkaplah alasan orang-orang untuk menjadi anggota ISIS sambil minum kencing unta dalam keadaan berdiri. Bukankah ada hadis lain yang tidak membolehkan minum sambil berdiri?

Seperti yang dicontohkan oleh Bachtiar Nasir dalam video berikut ini, yang sudah banyak beredar di group-group WA, untuk lebih jelasnya bisa copy paste link berikut ini:

Di video ini terlihat Ustad Bachtiar Nasir menerangkan bahwa kencing unta ini rasanya ada pahit-pahit sedikit, mungkin ingin menjelaskan bahwa yang pahit ini memang obat. Padahal minumnya sedikit amat dan masih ada kesan agak sungkan atau jangan-jangan Ustad Bachtiar Nasir masih jijik kencing onta? Kalau Somad sih setuju dengan setetes-setetes lalu dicampur dengan susu unta.

Tapi karena ada hadisnya dan untuk diperlihatkan pada pemirsa maka terpaksa harus diteguk. Glek!, lalu ada salah satu jemaah yang langsung tanpa ragu-ragu menghabiskan campuran kencing onta dengan susunya. Maknyos. Hehehe.

Kalau saya sih lebih memilih madu yang memang sudah sangat jelas dikatakan dalam al-Qur’an sebagai obat bagi segala macam penyakit. Kalau akal bisa memilah sesuatu yang lebih baik, mengapa harus memilih najis dari hewan unta? Manusia saja yang derajatnya mulia dari binatang kencingnya najis, masa sih hewan tidak najis kencingnya?. afalahtaqqilun?, Tidakkah engkau Berpikir?

Berikut ini ada lagi video yang membolehkan minum kencing unta dan disebutnya sebagai obat serta penyubur rambut, video ini pasti sudah kenal siapa penceramahnya. Iya. Ustad Khalid Basalamah.

Jadi nampaknya, ideologi ekstrim seperti ISIS bisa hadir karena mematikan akal atau meliburkan nalar, pokoknya ada hadis-hadis yang bisa dicocokkan dengan aksi kekerasan sebagai pembenaran maka itupun digunakan untuk menghukum orang lain yang berbeda.

ISIS berangkat dengan hadis-hadis dengan konten sadis dan sangat diunggulkan, lalu digunakan memerangi negeri orang yang sudah damai dan tenang seperti Suriah, Afganistan, Yaman, dan lainnya, dan mereka berusaha masuk ke Indonesia melalui ustad-ustad yang pro ISIS. Apakah pemirsa mau ikutan kesurupan ISIS?

ISIS hanya membuat kerusakan di bumi ini, merusak agama Islam, dan lingkungan yang telah diamanahkan Allah kepada kita. Gunakan senantiasa akal agar tidak terdoktrin dengan paham-paham ideologi ISIS yang berafiliasi lewat beberapa kelompok dan model-model ustadnya. (SFA)

Sumber: Seword dan Berbagai Media

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: