Headline News

Mesir dan UE Serukan Pertemuan Darurat DK PBB Terkait Ketegangan di Al-Aqsha

Minggu, 23 Juli 2017

SALAFYNEWS.COM, PALESTINA – Mesir, Prancis, dan Swedia menyerukan pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB untuk menyikapi peningkatan ketegangan baru-baru ini di kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, al-Quds.

Majelis tersebut akan “segera membahas bagaimana panggilan untuk deeskalasi di Yerusalem dapat didukung,” kata koordinator urusan politik Swedia Carl Skau pada hari Sabtu.

Setelah seruan tersebut, DK PBB mengumumkan bahwa sebuah pertemuan tertutup mengenai kerusuhan baru-baru ini di Yerusalem Timur, al-Quds, akan diselenggarakan pada hari Senin.

Sementara itu, kementerian kesehatan Palestina mengumumkan bahwa seorang warga Palestina berusia 17 tahun telah meninggal karena luka-luka yang ia dapatkan dalam bentrokan dengan pasukan Israel di Tepi Barat.

Oday Nawajaa terkena tembakan langsung dan terluka parah di al-Azariya di Yerusalem Timur, al-Quds, kata kementerian tersebut.

Ditambahkan bahwa seorang pemuda Palestina lainnya juga meninggal pada hari Sabtu di desa Abu Huris di Tepi Barat dalam sebuah insiden yang berkaitan dengan sebuah bom molotov.

EU desak Israel dan Yordania meredakan situasi

Uni Eropa juga telah mendesak Israel dan Yordania untuk bekerja sama untuk “menjamin keamanan bagi semua orang” di Kota Tua Yerusalem setelah terjadi bentrokan baru-baru ini.

“Kami mendorong Israel dan Yordania untuk bekerja sama mencari solusi yang menjamin keamanan bagi semua,” kata sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh UE.

Insiden baru-baru ini terjadi setelah setidaknya empat orang Palestina kehilangan nyawa mereka dalam bentrokan di wilayah Palestina yang diduduki pada hari Jumat.

Ketegangan mulai melambung setelah rezim Israel membatasi tindakan pembatasan masuknya pemuda ke kompleks Masjid al-Aqsa di Yerusalem Timur al-Quds.

Langkah-langkah pembatasan baru yang dilakukan oleh rezim Israel, terlihat dengan pemasangan detektor logam di titik masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsha.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas memerintahkan penghentian semua kontak resmi dengan Israel sampai mereka melepaskan detektor logam tersebut.

Lebih dari 300 warga Palestina telah kehilangan nyawa mereka di tangan pasukan Israel dalam ketegangan yang terus berlanjut sejak awal Oktober 2015.

Rezim Tel Aviv telah mencoba mengubah susunan demografis Yerusalem al-Quds selama beberapa dekade terakhir dengan membangun permukiman, menghancurkan situs-situs bersejarah dan mengusir penduduk Palestina dari tanah kelahirannya.

Orang-orang Palestina mengatakan bahwa tindakan Israel ditujukan untuk membuka jalan bagi Yudaisasi kota Yerusalem.

Kompleks Masjid Al-Aqsa adalah situs suci Islam, yang juga suci bagi orang Yahudi. Masjid tersebut merupakan situs tersuci ketiga Islam setelah Mekah dan Madinah di Arab Saudi. [Sfa]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: