Amerika

Mesin Propaganda Israel Sebarkan Info Kaitkan Penembakan di Las Vegas dengan Islam

Rabu, 04 Oktober 2017 – 06.14 Wib,

SALAFYNEWS.COM, LAS VEGAS – Israel menyebarkan informasi yang menyesatkan bahwa umat Islam bertanggung jawab atas penembakan massal dan yang paling mematikan dalam sejarah Amerika modern yang terjadi pada hari Minggu malam di Las Vegas, Nevada, seorang ilmuwan Amerika mengatakan.

Baca: Horor Penembakan Brutal di Las Vegas, Lebih dari 58 Orang Tewas, 500 Lainnya Terluka

Mesin propaganda Israel “melakukan semua yang mereka bisa untuk memfitnah umat Islam,” kata Kevin Barrett, seorang penulis dan komentator politik di Madison, Wisconsin. “Tidak ada sedikit pun bukti bahwa insiden itu berhubungan dengan Islam… atau keterlibatan Muslim,” kata Barrett kepada Press TV pada hari Selasa.

ISIS telah mengklaim penembakan konser di Las Vegas yang menewaskan sedikitnya 59 orang dan lebih dari 500 lainnya cedera. Namun, pejabat AS mengatakan tidak ada kaitan dengan terorisme internasional.

Baca: Ulama Irak: Teroris ISIS Ciptakan Negara Dajjal Bukan Pemerintahan Islam

Kelompok teroris tersebut, melalui saluran berita Amaq, mengatakan bahwa orang yang dicurigai, Stephen Paddock, 64 tahun, masuk Islam beberapa bulan yang lalu. ISIS mengatakan bahwa serangan tersebut dilakukan oleh seorang “tentara” dari kelompoknya dan melakukan “sebagai tanggapan atas seruan untuk menargetkan negara-negara koalisi.”

Pejabat AS mengatakan mereka memeriksa klaim tersebut, namun belum menemukan bukti yang menghubungkan penembak tersebut dengan organisasi teroris internasional manapun. Paddock melepaskan tembakan sebanyak 300 putaran dari sebuah kamar di lantai 32 hotel Mandalay Bay.

Polisi mengatakan Paddock, Mesquite, Nevada, bunuh diri setelah penembakan tersebut dan ada alasan untuk percaya bahwa dia memiliki riwayat masalah psikologis.

Baca: ISIS Bukan Organisasi Jihad Islam, Tapi Operasi CIA dan Mossad

Amarnath Amarasingam, seorang peneliti senior di Institut Dialog Strategis yang berbasis di London, mengatakan kepada Telegraph bahwa ISIS telah membuat klaim tanggung jawab serupa di masa lalu yang kemudian ternyata salah, termasuk serangan di sebuah kasino di Filipina pada bulan Juni lalu, kemudian polisi menangkap pelaku yang tidak lain adalah seorang penjudi berhutang tanpa ada kaitannya dengan kelompok tersebut. (SFA)

Sumber: PTV

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: