Headline News

Menteri Wakaf Suriah: Kerajaan Arab Saudi Wahabi Jangan Politisasi Haji

Selasa, 02 Agustus 2017 – 07.37 Wib,

SALAFYNEWS.COM, DAMASKUS – Suriah mengatakan Arab Saudi terus memberlakukan larangan pada warga Suriah yang berusaha untuk ambil bagian dalam ibadah haji tahun ini, dan mengkritik kerajaan karena telah “mempolitisir” ritual tahunan umat Islam. (Baca: Syaikh Al-Azhar Beberkan Sejarah Tragedi Wahabi Saudi Bantai 30 ribu Jamaah Haji: Video)

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada hari Senin, Kementerian Wakaf Agama Suriah (Awqaf) mengatakan bahwa persyaratan untuk menjalankan tugas keagamaan tidak dipastikan karena “dipolitisasi oleh otoritas Wahabi Saudi meskipun Kementerian Luar Negeri Suriah berulang kali melakukan kontak dengan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) dan Kementerian Haji Saudi.”

Hubungan antara Riyadh dan Damaskus telah lama tegang dan pecahnya militansi di Suriah memperburuk hubungan yang sudah sulit, karena para pemimpin Saudi mendukung dan mendanai kelompok-kelompok oposisi bersenjata, yang telah memasuki perang skala penuh dengan pasukan pemerintah di seluruh negari. Pada bulan Februari 2012, Riyadh akhirnya menutup misi diplomatiknya di Suriah dan mengusir duta besar Suriah dari kerajaan Arab. (Baca: Ulama Pakistan Kecam Saudi Tak Berikan Kebebasan Berhaji)

Sejak saat itu, orang-orang Suriah yang ingin melakukan ritual haji harus mendapatkan visa di negara-negara ketiga melalui Komite Haji Tinggi Suriah, yang dijalankan oleh Koalisi Nasional Suriah (SNC) atau pemberontak yang didukung Saudi.

“Apa yang dilakukan beberapa kantor pariwisata di Lebanon dengan beberapa warga Suriah bukan untuk memperlancar pelayanan haji, melainkan eksploitasi politik dan finansial dari ritual keagamaan oleh otoritas Saudi melalui apa yang disebut Komite Haji Tinggi Suriah,” Kata pernyataan itu. Pada hari Sabtu, sebuah kelompok hak asasi Qatar menuduh Riyadh “mempolitisasi” ziarah haji. (Baca: Travel Haji Inggris Tuduh Konvoi Putra Mahkota Saudi Biang Tragedi Mina)

Arab Saudi menyelenggarakan ziarah haji sebagai penjaga situs tersuci Islam di kota Mekkah dan Madinah. Namun, pertanyaan serius diajukan mengenai kompetensi otoritas Saudi untuk mengelola ritual haji setelah dua insiden mematikan pada bulan September 2015. Lebih dari 100 peziarah kehilangan nyawa setelah runtuhnya sebuah derek konstruksi besar di Masjidil Haram. Sekitar 4.700 orang juga tewas dalam tragedi Mina, menurut angka yang dikeluarkan oleh Iran. (SFA)

Sumber: PTV

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: